Polsek Sangatta Utara Pantau 8 SPBU Stok BBM Diklaim Aman di Tengah Kenaikan Harga ‎

oleh -60 Dilihat

Media Humas Polri//Sangatta

Polsek Sangatta Utara melakukan monitoring dan pengecekan terhadap sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) dan lembaga penyalur BBM di wilayah Kecamatan Sangatta Utara dan Sangatta Selatan, Jumat (9/10/2026).

‎Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan stok sejumlah jenis bahan bakar minyak (BBM) masih tersedia dan petugas belum menemukan indikasi kecurangan niaga.

‎Monitoring yang dipimpin dalam jajaran Polsek Sangatta Utara di bawah Kapolsek AKP Bambang Eko tersebut menyasar delapan titik penyaluran BBM, mulai dari SPBU hingga APMS dan Pertashop. Langkah ini dilakukan untuk memantau ketersediaan pasokan, perkembangan harga, serta mengantisipasi potensi gangguan pelayanan kepada masyarakat.

‎Berdasarkan hasil pengecekan, stok Pertalite, Pertamax, solar, dan Dexlite di sejumlah lokasi masih tersedia. Namun, kondisi persediaan berbeda-beda di setiap penyalur. Karena itu, ketersediaan di tingkat SPBU perlu dibedakan dari kepastian pasokan berikutnya.

‎Dalam laporan monitoring, sebagian pengiriman BBM masih menunggu persetujuan dari pihak Pertamina. Kondisi tersebut menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan agar distribusi tetap berjalan dan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi.selain memantau stok, petugas juga mencatat perubahan harga pada beberapa jenis BBM nonsubsidi.

‎Pertamax Turbo mengalami kenaikan dari Rp18.700 menjadi Rp20.000 per liter. Dexlite naik dari Rp20.150 menjadi Rp24.200 per liter, sedangkan Pertamina Dex meningkat dari Rp21.650 menjadi Rp25.750 per liter.

‎Sementara itu, harga Pertalite tercatat Rp10.000 per liter, Pertamax Rp16.300 per liter, dan solar Rp6.800 per liter di lokasi yang melaporkan harga tersebut.

‎Perbedaan harga dan perubahan tarif BBM berpotensi memengaruhi pilihan konsumen. Dalam hasil wawancara dan monitoring, petugas memperkirakan sebagian masyarakat akan beralih menggunakan Pertalite sehingga berpotensi meningkatkan antrean kendaraan di jalur pengisian BBM tersebut.

‎Antisipasi diperlukan agar peningkatan permintaan tidak mengganggu kelancaran pelayanan. Pengaturan antrean, pengawasan proses pengisian, serta pemantauan pasokan menjadi bagian penting untuk mencegah penumpukan kendaraan dan menjaga distribusi BBM tetap tertib.

‎Kapolsek Sangatta Utara AKP Bambang Eko melalui laporan kegiatan tersebut menekankan perlunya pengawasan terhadap proses penyaluran BBM di lapangan.

‎Petugas SPBU juga diimbau melayani konsumen sesuai ketentuan dan mencegah pengisian berulang yang tidak sesuai aturan atau praktik pengetapan BBM.

‎Pengawasan ini penting untuk memastikan pelayanan berjalan tertib serta mengurangi potensi penyalahgunaan distribusi yang dapat merugikan masyarakat. Kepatuhan terhadap ketentuan penyaluran juga menjadi bagian dari upaya menjaga agar BBM tersedia bagi konsumen yang membutuhkan.

‎Dari delapan lokasi yang dipantau, belum ditemukan kecurangan niaga berdasarkan pemeriksaan yang dilaporkan. Meski demikian, hasil monitoring tersebut merupakan gambaran kondisi saat pemeriksaan berlangsung dan tidak dengan sendirinya menjamin ketersediaan pasokan untuk hari-hari berikutnya.

‎Persoalan yang perlu terus dicermati adalah kepastian pengiriman BBM ke masing-masing penyalur. Dalam laporan Polsek Sangatta Utara disebutkan, pengiriman BBM masih dalam proses persetujuan pihak Pertamina.

‎Karena itu, pemantauan lanjutan diperlukan untuk memastikan rencana pasokan terealisasi sesuai kebutuhan. Informasi stok juga perlu diperbarui secara berkala, terutama pada jenis BBM yang berpotensi mengalami peningkatan permintaan.

‎Melalui kegiatan monitoring tersebut, Polsek Sangatta Utara berupaya menjaga situasi distribusi BBM tetap kondusif di wilayah Sangatta Utara dan Sangatta Selatan. Pengawasan terhadap stok, harga, antrean, serta kepatuhan petugas SPBU diharapkan dapat membantu mencegah gangguan pelayanan dan memberikan kepastian informasi kepada masyarakat.

‎Di tengah perubahan harga sejumlah BBM nonsubsidi, kelancaran distribusi dan transparansi informasi stok menjadi faktor penting. Pengawasan yang berkelanjutan dibutuhkan agar masyarakat memperoleh pelayanan sesuai ketentuan dan potensi gangguan penyaluran dapat diketahui sejak dini.

‎Sumber: Humas polres Kutim

‎( Henra Irawan )


jasa pembuatan website

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.