Media Humas Polri//BATAM
Upaya memperkuat kewaspadaan nasional dan menjaga stabilitas wilayah pulau-pulau terluar terus dilakukan melalui sinergi antarlembaga pemerintah.
Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Bakamla RI) melalui Zona Bakamla Barat bersama Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) melaksanakan kegiatan Monitoring Pulau-Pulau Terluar Tahun 2026 di Pulau Nguan, Kecamatan Galang, Kota Batam, Kepulauan Riau, Minggu (1/11/2026).
Kegiatan yang merupakan bagian dari Satuan Tugas Kewaspadaan Nasional tersebut tidak hanya berfokus pada pemantauan wilayah strategis, tetapi juga menjadi sarana memperkuat komunikasi antara pemerintah dan masyarakat yang bermukim di kawasan pulau terluar.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Bidang Kewaspadaan Nasional dan Penanganan Konflik Kesbangpol, Gideon Simanulang, beserta jajaran.
Turut hadir Sekretaris Lurah Galang Baru, Zulkifli, Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Pulau Nguan, Sofian, serta masyarakat setempat.
Kepala Zona Bakamla Barat, Laksma Bakamla Bambang Trijanto, diwakili Analis Kebijakan Ahli Madya, Kolonel Bakamla Syarifuddin, S.Ag., S.H.
Dalam penyampaiannya, Syarifuddin menegaskan pentingnya koordinasi dan sinergi antarlembaga pemerintah dalam menjaga keamanan serta keselamatan maritim, terutama di wilayah pulau-pulau terluar yang memiliki posisi strategis bagi kepentingan nasional.
Sinergi tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan monitoring semata, melainkan dapat memperkuat koordinasi berkelanjutan antara pemerintah dan masyarakat dalam mendukung kewaspadaan nasional serta menjaga stabilitas wilayah.
Selain pemantauan, kegiatan juga diisi dengan pemberian tali asih kepada masyarakat Pulau Nguan sebagai bentuk perhatian dan kepedulian pemerintah terhadap warga yang tinggal di kawasan pulau terluar.
Kehadiran unsur pemerintah di tengah masyarakat diharapkan menjadi bagian dari upaya membangun kedekatan sekaligus memperkuat kesadaran bersama mengenai pentingnya menjaga keamanan dan ketahanan wilayah perbatasan.
Meski demikian, keberlanjutan koordinasi, perhatian terhadap kebutuhan masyarakat, serta pengawasan wilayah secara konsisten menjadi hal penting agar kegiatan monitoring tersebut memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan kepentingan nasional.
(Ari Yanto)
Sumber: Humas Bakamla RI








