Desa Sukadadi Wakili Lampung pada Penilaian Kampung Pancasila KASAD Award 2026

oleh -38 Dilihat

Media Humas Polri//Pesawaran

1 Oktober 2026 — Desa Sukadadi, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran, mewakili Provinsi Lampung dalam peninjauan dan penilaian Kampung Pancasila (KASAD Award) Tahun 2026. Peninjauan dan penilaian dilaksanakan di Balai Desa Sukadadi, Kamis (1/10/2026).

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Bupati Pesawaran Hj. Nanda Indira B., S.E., M.M., Ketua Tim Peninjau dan Penilai Lomba Kampung Pancasila Kolonel Inf. Heri Bambang Wahyudi, S.I.P., M.I.P., serta Komandan Kodim 0421/Lampung Selatan Letnan Kolonel Kavaleri Mochammad Nuril Ambiyah, S.H., M.I.P., Ketua DPRD Kabupaten Pesawaran Achmad Rico Julian, S.H., M.H., Kapolres Pesawaran AKBP Alvie Granito Panditha, S.I.K., M.S.S., para staf ahli, asisten, serta kepala perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pesawaran.

Dalam sambutannya, Bupati Nanda menyampaikan apresiasi kepada TNI Angkatan Darat, khususnya jajaran Kodim 0421/Lampung Selatan, atas pelaksanaan program Kampung Pancasila yang dinilai menjadi wadah untuk memperkuat semangat kebangsaan dan nilai-nilai Pancasila di tengah masyarakat.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Pesawaran, saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada pihak TNI AD, khususnya Bapak KASAD dan seluruh jajaran Kodim 0421/Lampung Selatan. Lomba Kampung Pancasila bukan sekadar kompetisi, tetapi merupakan gerakan nyata untuk membangkitkan semangat nasionalisme dan menjaga ideologi bangsa di tingkat akar rumput,” ujar Bupati Nanda.

Ia juga menyampaikan rasa bangga atas terpilihnya Desa Sukadadi sebagai wakil Provinsi Lampung dalam penilaian tingkat nasional. Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan adanya potensi sekaligus partisipasi masyarakat dalam menghidupkan nilai-nilai Pancasila melalui kehidupan sosial dan pembangunan desa.

“Kita sangat bersyukur dan bangga karena Desa Sukadadi telah terpilih dalam ajang penilaian tingkat nasional. Ini merupakan capaian yang membuktikan bahwa nilai-nilai luhur Pancasila hidup, tumbuh, dan dipraktikkan dengan baik oleh masyarakat desa,” katanya.

Dalam penilaian Kampung Pancasila, terdapat sejumlah aspek yang menjadi perhatian, meliputi ketahanan pangan, pembinaan UMKM, pembinaan Karang Taruna, keamanan dan pertahanan, serta pengelolaan media sosial.

Bupati Nanda berharap berbagai aspek tersebut dapat terus dikembangkan, khususnya pembinaan UMKM dan Karang Taruna. Menurutnya, UMKM memiliki peran penting dalam memperkuat perekonomian masyarakat, sedangkan Karang Taruna diharapkan mampu menjadi ruang bagi generasi muda untuk berinovasi dan berkontribusi dalam pembangunan desa.

“Saya berharap Desa Sukadadi tidak berhenti sampai pada perlombaan ini, tetapi dapat terus berkembang menjadi teladan bagi desa-desa lainnya di Kabupaten Pesawaran, bahkan di tingkat nasional,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Tim Peninjau dan Penilai Lomba Kampung Pancasila, Kolonel Inf. Heri Bambang Wahyudi, menyampaikan bahwa Desa Sukadadi memiliki sejumlah potensi yang mendukung keterpilihannya sebagai wakil Provinsi Lampung dalam penilaian tingkat nasional, khususnya pada aspek ketahanan pangan dan pengembangan UMKM.

Ia berharap potensi yang dimiliki Desa Sukadadi dapat terus dikembangkan sehingga mampu mendorong kemandirian masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sekaligus menjadi motivasi bagi desa-desa lainnya untuk mengembangkan potensi dan kearifan lokal masing-masing.

Komandan Kodim 0421/Lampung Selatan Letnan Kolonel Kavaleri Mochammad Nuril Ambiyah menjelaskan, Desa Sukadadi memiliki luas wilayah sekitar 600 hektare dengan jumlah penduduk sebanyak 5.785 jiwa yang tersebar di 10 dusun. Potensi desa tidak hanya bertumpu pada sektor pertanian, tetapi juga berkembang pada sektor UMKM, kepemudaan, keamanan, serta pelestarian budaya lokal.

“Dalam bidang ketahanan pangan, salah satu komoditas unggulan Desa Sukadadi adalah bawang merah. Sementara di sektor UMKM terdapat produk unggulan seperti tempe, tahu, dan jamu tradisional yang terus dibina agar dapat memberikan manfaat ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.

Menurutnya, pembinaan Karang Taruna juga menjadi bagian penting dalam pengembangan Kampung Pancasila. Selain itu, pengelolaan media sosial menjadi sarana untuk memperkenalkan berbagai potensi dan keunggulan Desa Sukadadi kepada masyarakat luas.

“Melalui media sosial, berbagai potensi dan keunggulan desa dapat dipublikasikan, termasuk pelestarian budaya lokal yang terus kita jaga. Kami berharap pemanfaatan potensi ketahanan pangan dapat terus ditingkatkan dan menjadi motivasi bagi desa lainnya, sekaligus menjadi ciri dan kearifan masyarakat Desa Sukadadi,” ungkapnya.

Dalam rangkaian penilaian tersebut, tim penilai bersama rombongan turut meninjau secara langsung sejumlah sentra unggulan Desa Sukadadi. Di antaranya perkebunan bawang merah sebagai bagian dari ketahanan pangan, Pos Keamanan dan Ketertiban, kegiatan Karang Taruna, kebun Kelompok Wanita Tani (KWT), serta sentra UMKM yang memproduksi tempe, tahu, dan jamu tradisional.(Arifin)


jasa pembuatan website

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.