Diduga Tak Taat Aturan Oknum Kakam Ikut Borongkan Program P3 – TGAI 

oleh -16 Dilihat

Media Humas Polri//Seputih Raman

Program Percepatan peningkatan tata guna air irigasi ( P3 – TGAI ) Tahun Anggaran 2026 senilai Rp 195.000.000) Seratus sembilan puluh lima juta rupiah)

Program tersebut adalah padat karya ( Swakelola ) di larang untuk di pihak ketigakan atau di Borongak ( kontraktual) namun program tersebut di duga dijadikan ajang Bisnis oleh ,,RIANTO ,alias Kareng ,oknum ketua P3A HARAPAN MAJU Desa Rukti Endah Kecamatan Seputih Raman Kabupaten Lampung Tengah ,,

Saat tim media Mendatangi Lokasi Untuk Konfirmasi ,,RIANTO ,, Tidak ada di Tempat ,menurut pekerja yang di temui Tim media ,Bahwa RIANTO , jarang ke sini ,, terkait pekerjaan P3- TGAI ,ini dengan sistem Borong saat di tanya siapa yang Mborongkan ,,Saya di kasih Borongan sama pak Lurah ,, TOPA ,, Seharga Rp 40.000.000( Empat puluh juta rupiah ) Imbuhnya ,

Lebih lanjut tim media Hendak mendatangi RIANTO Di rumahnya untuk Konfirmasi Namun saat timedia menanyakan rumah RIANTO , kepada warga sekitar ,, saat di telpon RIANTO , sedang tidak ada di rumah ,,

Karena belum bisa bertemu Tim Media mengkonfirmasi melalui pesan Chat WhatsApp , namun RIANTO , tidak memberikan Tanggapan

Berdasarkan keterangan dari APANDI 65 Tahun warga Rukti Endah selaku pekerja P3- TGAI dirinya bersama pekerja lainya di lokasi Terima Borongan dari pak Lurah ,,TOPA ,, dengan harga Rp 40.000.000( empat puluh juta rupiah )

Baru Ambil uang Rp 20.000.000( dua puluh juta rupiah ) dua kali pengambilan , yang pertama Rp 10

.000.000 ( sepuluh juta rupiah ) yang ke dua Rp 10.000.000( sepuluh juta rupiah )

 

Tim media mencoba mengkonfirmasi ,TOPA ,, melalui pesan Chat Wahts App , Namun tidak ada tanggapan ,Saat di Tim media Mendatangi Kediaman MUSTOPA, untuk konfirmasi ,, Oknum kepala kampung ,,Berdalih siapa yang borongkan P3- TGAI ,Saya hanya sebagai pembina ,, Saya gak suka di Ancam ancam ,,jangan kan Kamu ,Kepala Dinas aja Telpon dan WA gak saya Anggep,,kalo ada perlu ya cariin saya gak perlu WA atau telpon ,

TOPA oknum kepala kampung ,Merasa di ancam oleh tim media saat di konfirmasi

Pernyataan TOPA , kepada Tim media sangat tidak mencerminkan sebagai seorang Pejabat publik ,,

Sementara , RIANTO ,Tidak ada di lokasi pekerjaan saat tim media Mendatangi untuk konfirmasi ,, begitu juga di rumah ,menurut dua orang remaja ,,pak RIANTIO tidak ada di rumah ,saat di hubungi melalui Nomer Hp , 0813 XX20 XXXX ,Tidak menanggapi ,hingga berita ini di terbitkan RIANTO alias Kareng belum ada memberikan Tanggpan ,klarifikasi ,

Dengan prihal tersebut diduga kuat ,bahwa program P3 – TGAI T.A. 2026 yang di Biayai APBN dengan jumlah anggaran Rp 195.000.000, di Kelompok P3A HARAPAN MAJU ,Desa Rukti Endah ,Tidak di kerjakan sesuai aturan yang telah di tetapkan ,dan di jadikan ajang bisnis oleh Oknum P3A dan Lurah / Kepala kampung setempat

Selain pekerjaan Di Pihak ketigakan ( Borongkan ) Para pekerja tidak menggunakan Alat pelindung diri (APD)

dengan prihal tersebut tentunya Bertentangan dengan Surat edaran jenderal Sumber daya air Nomor 02/SE / D / 2024 tentang petunjuk teknis dan penyelenggaraan P3 – TGAI ,

Kepada pihak terkait diharap Mengambil Tindakan tegas ,,Karena selain berpotensi Kuat adanya penyimpangan Anggaran yang dapat merugikan keuangan Negara demi untuk Kepentingan pribadi atau pun Kelompok ,,

Juga tidak Memperhatikan bahkan mengabaikan keselamatan para pekerja ,yang tidak memakai ,,APD , sudah di beli dari APBN ,

Redaksi membuka ruang untuk pihak terkait yang ada dlm pemberitaan ini untuk memberikan klarifikasi ,Hak jawab , sesuai dengan kode etik Jurnalis dan Undang undang PERS ,,

# Bersambung

#( Khairul Anam )


jasa pembuatan website

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.