Proyek Drainase Desa Negeri Katon Dipertanyakan Pondasi Menggantung & Kualitas Pekerjaan Diragukan

oleh -82 Dilihat

Media Humas polri//NEGERI KATON, PESAWARAN

Proyek pembangunan saluran drainase dan talud yang berlokasi di Desa Negeri Katon, Kecamatan Negeri Katon, Kabupaten Pesawaran, kini menuai sorotan serius. Proyek ini berada di ruas jalan Branti–Gedong Tataan, dibiayai dari Anggaran Tahun 2026 dengan nilai Rp98.984.739,00, dan dilaksanakan oleh CV. Sumber Karya Abadi atas penugasan dari Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Lampung.

Temuan di Lapangan: Pondasi Tidak Sesuai Standar

Hasil investigasi tim di lokasi mengungkapkan kondisi yang sangat mengkhawatirkan:

– Pondasi talud tidak tertanam dengan benar, sebagian struktur hanya “menggantung” di atas permukaan tanah dan bebatuan, tidak mencapai kedalaman yang direncanakan.

– Terlihat rongga dan celah besar di bagian bawah struktur, dengan sambungan batu yang renggang serta adukan semen yang tidak padat.

– Kepala tukang di lokasi mengakui tidak diberikan gambar kerja dan RAB, hanya diberi tahu perkiraan kedalaman saja. Ia juga mengaku pengerjaan ini sebenarnya bukan keahliannya sehari-hari.

Dugaan Penyimpangan: Pemborong Diuntungkan, Pengawasan Lemah

Berdasarkan hasil penelusuran, tim investigasi menemukan dugaan kuat bahwa:

– Pemborong diduga memangkas biaya dan material guna mengambil keuntungan berlebih demi keuntungan pribadi, sehingga kualitas pekerjaan dikorbankan.

– Konsultan pengawas dinilai tidak memahami teknis pekerjaan drainase, sehingga penyimpangan berlangsung tanpa terawasi sejak awal pelaksanaan.

Harapan Masyarakat

“Warga khawatir jika hujan deras datang, talud ini bisa longsor karena pondasinya tidak kuat menancap. Uang rakyat harus dikelola dengan benar, bukan untuk kepentingan perorangan,” ujar warga.

Masyarakat meminta Dinas Bina Marga Provinsi Lampung untuk segera melakukan audit teknis menyeluruh, menindaklanjuti dugaan pelanggaran, dan memastikan perbaikan dilakukan sesuai standar keselamatan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak pemborong maupun konsultan pengawas.

(Arifin)


jasa pembuatan website

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.