Ratusan Petani Sawit Tanjung Ratu Selagai Lingga Resah Ninja Sawit Beraksi Sejak 2018 LSM Laskar NKRI Turun Tangan

oleh -97 Dilihat

Media Humas Polri // Lampung Tengah

LAMPUNG TENGAH –Ratusan petani sawit di Kampung Tanjung Ratu, Kecamatan Selagai Lingga, Kabupaten Lampung Tengah, mengaku resah akibat dugaan pencurian buah kelapa sawit yang terjadi sejak 2018 hingga saat ini.

Aksi pencurian tersebut disebut terjadi di ratusan hektare lahan perkebunan milik masyarakat yang tersebar dari Dusun 1 hingga Dusun 7.

Kondisi itu membuat para petani khawatir karena hasil panen sawit menjadi salah satu sumber utama penghasilan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Atas keresahan tersebut, Ketua Persatuan Asosiasi Petani Sawit Kampung Tanjung Ratu, Yusuf Noor, meminta pendampingan kepada Ketua DPW LSM Laskar NKRI Lampung, Ansori.Permintaan pendampingan tersebut disampaikan pada Sabtu, 22 Agustus 2026.

Yusuf berharap persoalan yang selama ini dihadapi para petani dapat dikawal secara serius, khususnya dalam proses hukum terkait dugaan pencurian buah sawit.

Menurut Yusuf, para petani sebelumnya telah melaporkan kasus tersebut kepada pihak kepolisian. Dalam proses penanganannya, satu orang telah ditetapkan sebagai tersangka, sedangkan empat orang lainnya disebut masuk dalam daftar pencarian orang atau DPO.

Menanggapi permintaan tersebut, Ketua DPW LSM Laskar NKRI Lampung, Ansori, menyatakan siap melakukan pendampingan terhadap para petani.

Ansori menegaskan, pihaknya akan membantu mengawal persoalan tersebut melalui jalur hukum serta mendorong agar proses penanganan perkara berjalan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Sementara itu, Yusuf Noor mengimbau seluruh petani sawit di Kampung Tanjung Ratu agar tidak takut melaporkan apabila kembali terjadi dugaan pencurian di kebun mereka.

Ia meminta para petani tetap menempuh jalur hukum dan tidak melakukan tindakan main hakim sendiri.

 

“Jangan takut melaporkan kepada pihak yang berwajib apabila terjadi pencurian di kebun sawit. Negara kita adalah negara hukum.

 

Saat ini para petani juga mendapatkan pendampingan dari Ketua DPW LSM Laskar NKRI Lampung,” ujar Yusuf.

Pencurian Disebut Terjadi Siang dan Malam

Kepala Dusun Kampung Tanjung Ratu, Nengah, turut membenarkan adanya keresahan masyarakat terkait dugaan pencurian buah sawit yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.Menurut Nengah, aksi pencurian tidak hanya terjadi pada malam hari, tetapi juga berlangsung pada siang hari.

Kondisi tersebut membuat masyarakat semakin khawatir. Warga setempat bahkan menyebut pelaku pencurian dengan istilah “ninja sawit”, lantaran aksi pencurian disebut dapat berlangsung sewaktu-waktu.

“Pencurian ini memang sudah sering terjadi sejak 2018. Bukan hanya malam hari, siang hari juga terjadi,” kata Nengah.

(ATS).


jasa pembuatan website

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.