Banyak Airstrip di Pedalaman Papua Belum Teramankan Panglima Kogabwilhan III Sebut Jadi Celah Masuknya KKB

oleh -74 Dilihat

Media Humas Polri // Papua Tengah

Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III, Letjen TNI Lucky Avianto, mengungkapkan bahwa masih banyak lapangan terbang (airstrip) di wilayah pedalaman Papua yang belum dilengkapi dengan pos pengamanan. Kondisi tersebut dinilai menjadi salah satu celah yang dimanfaatkan oleh jaringan penyelundup untuk memasukkan senjata api dan amunisi yang kemudian diduga jatuh ke tangan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

Pernyataan tersebut disampaikan Letjen TNI Lucky Avianto dalam konferensi pers pada Senin (7/7/2026). Ia menegaskan bahwa selain jalur udara, jalur perairan juga masih menjadi perhatian serius aparat keamanan karena berpotensi dimanfaatkan sebagai akses masuk barang-barang ilegal ke wilayah pedalaman Papua.

“Penyelundupan senjata dan amunisi ini melewati jalur perairan. Ada yang berasal dari luar, tetapi ada juga yang berasal dari dalam negeri,” ujar Lucky.

Menurutnya, hasil berbagai pengungkapan di lapangan menunjukkan bahwa sejumlah senjata yang berhasil diamankan bukan merupakan jenis persenjataan yang digunakan oleh TNI. Fakta tersebut mengindikasikan masih adanya jaringan penyelundupan yang aktif memasok senjata dan amunisi ke Papua.

Untuk itu, TNI bersama aparat keamanan lainnya terus memperketat penyekatan di berbagai jalur strategis guna mencegah masuknya senjata ilegal ke wilayah Papua. Lucky menegaskan bahwa setiap butir amunisi yang berhasil dicegah merupakan upaya menyelamatkan nyawa masyarakat.

“Kami terus melakukan penyekatan agar senjata dan amunisi tidak lagi masuk. Satu butir amunisi saja dapat melukai bahkan merenggut nyawa anak bangsa yang tidak bersalah,” tegasnya.

Selain upaya penindakan, Panglima Kogabwilhan III juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut berperan aktif dalam mencegah penyelundupan senjata dengan memberikan informasi kepada aparat apabila menemukan aktivitas yang mencurigakan.

Lebih lanjut, Lucky menjelaskan bahwa operasi TNI saat ini diprioritaskan pada wilayah-wilayah yang selama ini menjadi basis aktivitas Organisasi Papua Merdeka (OPM), khususnya daerah-daerah yang belum memiliki kehadiran aparat keamanan.

“Kalau ada daerah yang belum ada aparat keamanan, biasanya wilayah tersebut akan diisi oleh OPM. Ketika mereka berada di sana, mereka yang membina masyarakat,” katanya.

Oleh karena itu, TNI terus berupaya memperluas kehadiran negara di daerah-daerah terpencil yang belum terjangkau aparat. Kehadiran tersebut, menurut Lucky, tidak hanya berfokus pada aspek keamanan, tetapi juga untuk memberikan perlindungan, pelayanan, serta membuka kesempatan bagi masyarakat, khususnya generasi muda Papua, agar dapat berkembang dan meraih masa depan yang lebih baik.

“Kami ingin negara benar-benar hadir di daerah-daerah tersebut, melindungi masyarakat, memberikan rasa aman, serta membuka ruang agar generasi muda Papua dapat tumbuh dan menjadi pemimpin masa depan,” tutupnya.

Di akhir keterangannya, Panglima Kogabwilhan III mengajak seluruh masyarakat Papua untuk terus menjaga persatuan, memperkuat kerja sama dengan aparat keamanan, dan bersama-sama menciptakan situasi yang aman serta kondusif demi mendukung pembangunan dan kemajuan Papua.(Ferry Nelson Saily)


jasa pembuatan website

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *