Dandim Mimika Ungkap Dugaan 9 Perempuan Dibawa Paksa OPM di Jila Aparat Lakukan Pengejaran

oleh -42 Dilihat

Media Humas Polri//Timika

Papua Tengah– Tragedi kemanusiaan kembali mengguncang Distrik Jila, Kabupaten Mimika. Di tengah peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, sembilan perempuan, termasuk anak-anak sekolah dasar dan seorang perempuan yang sedang hamil muda, diduga dibawa paksa oleh kelompok bersenjata yang disebut sebagai Organisasi Papua Merdeka (OPM).

Komandan Kodim (Dandim) 1710/Mimika, Letkol Inf Teuku Jozanda, mengungkapkan peristiwa itu terjadi pada 17 Agustus 2026, setelah kelompok bersenjata melancarkan serangan terhadap aparat keamanan di wilayah Jila.

Menurut Jozanda, usai kontak tembak berlangsung, kelompok bersenjata mundur ke arah pegunungan. Aparat kemudian melakukan konsolidasi untuk memastikan kondisi personel sebelum melaksanakan penyisiran di jalur pelarian kelompok tersebut.

“Dalam proses penyisiran, Danramil Jila menerima laporan dari masyarakat bahwa ada beberapa warga yang dipaksa ikut dibawa kelompok bersenjata,” ujar Jozanda.

Berdasarkan laporan warga, sembilan perempuan menjadi korban dugaan penculikan. Mereka terdiri dari anak-anak yang masih duduk di bangku SD, remaja, hingga seorang perempuan berusia 17 tahun yang diketahui sedang hamil muda.

Korban tersebut masing-masing adalah Nemerina Wamang (17), Alin Mesawarol (kelas VI SD), Nopi Aim (kelas IV SD), Opinte Mesawaro (kelas III SD), Yotina Senawatme (18), Meria Nibilingame (15), Wena Katagame (18), Ilimin Onawame (18), dan Miante Nibilingame (13)

Insiden itu juga menelan korban jiwa. Seorang ibu bernama Neregingget Magai (48) ditembak hingga meninggal dunia setelah berusaha mempertahankan anaknya agar tidak dibawa kelompok bersenjata.

“Korban meninggal di lokasi dan menurut laporan masyarakat, jenazahnya kemudian dibakar,” kata Jozanda.

Sementara itu, seorang perempuan lainnya, Inkolung Aim, mengalami patah tulang setelah diduga didorong ke jurang saat berusaha menghalangi aksi tersebut. Saat ini korban tengah menjalani perawatan di Distrik Jila.

Dandim menyebut informasi awal mengindikasikan sekitar 15 orang terlibat dalam aksi tersebut. Namun identitas pasti kelompok maupun pimpinannya masih dalam proses penyelidikan.

Ia mengatakan kelompok tersebut diduga merupakan kelompok baru yang beroperasi di wilayah Jila. Dugaan itu muncul karena bahasa yang digunakan para pelaku berbeda dengan bahasa masyarakat setempat.

“Kami masih mendalami kelompoknya. Jika identitas pimpinan maupun kelompok sudah dipastikan, akan kami sampaikan,” ujarnya.

Hingga kini aparat keamanan masih melakukan pengejaran terhadap kelompok yang diduga membawa paksa sembilan perempuan tersebut. Demi kepentingan operasi, jumlah personel yang diterjunkan tidak diungkapkan.

Jozanda berharap seluruh korban dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat dan kembali kepada keluarganya.

“Kami berharap anak-anak ini segera ditemukan dan bisa kembali dengan selamat kepada orang tuanya,” katanya.

Meski situasi keamanan di Distrik Jila mulai berangsur kondusif, masyarakat masih diliputi rasa takut untuk beraktivitas di kebun. Pemerintah Kabupaten Mimika pun tengah menyiapkan bantuan logistik yang akan disalurkan setelah kondisi penerbangan menuju Jila dinilai aman.

(Ferry Nelson)


jasa pembuatan website

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.