Media Humas Polri//Kroing Maluku Barat Daya
Sejumlah tenaga kerja bongkar muat (TKBM) di Pelabuhan Kroing mengeluhkan dugaan pemotongan biaya bongkar muat sebesar Rp1.000.000 yang disebut terjadi pada Kamis (4/9). Berdasarkan informasi yang diterima awak media, pemotongan tersebut diduga dilakukan oleh kepala buruh dengan alasan sebagai uang keamanan untuk Syahbandar, KP3, dan Kapolsek.
Menindaklanjuti informasi tersebut, awak media melakukan konfirmasi kepada Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas II Saumlaki Rodrieggo Diaz melalui pesan WhatsApp. Dalam keterangannya, ia membantah adanya keterlibatan pihak Syahbandar dalam dugaan pungutan tersebut.
“Terkait hal tersebut kami tidak mengetahui. Nanti akan kami cek ke Wilker Pelabuhan Kroing. Kalau pembayarannya kepada buruh, berarti hal itu tidak ada kaitannya dengan Syahbandar karena hanya mengaitkan saja tanpa ada bukti. Apalagi menyeret instansi lain seperti kepolisian,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa Syahbandar tidak pernah melakukan pungutan kepada buruh. Menurutnya, pungutan resmi yang dilakukan hanya berupa jasa konsesi sebesar 1 persen untuk Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sesuai ketentuan yang berlaku dan disetorkan langsung ke kas negara melalui bank, bukan kepada oknum.
“Terima kasih atas informasinya. Kami akan segera menertibkan apabila ditemukan adanya praktik seperti itu di lapangan,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Syahbandar Wilayah Kerja (Wilker) Pelabuhan Kroing, Deni saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon mengaku belum mengetahui adanya dugaan pemotongan tersebut. Meski demikian, ia memastikan akan mengecek kebenaran informasi yang disampaikan kepada media.
Di sisi lain, salah seorang buruh Pelabuhan Kroing yang menghubungi awak media berharap agar dugaan pemotongan seperti itu tidak kembali terjadi. Menurutnya, para buruh tidak mempermasalahkan apabila ada potongan yang jelas peruntukannya, misalnya untuk pengurusan administrasi atau status keanggotaan TKBM.
“Kalau pemotongan itu memang untuk pengurusan status kami sebagai anggota TKBM di Pelabuhan Kroing, kami tidak keberatan. Tetapi kami tidak mau kalau ada pemotongan dengan alasan yang tidak jelas,” ujarnya.
Hingga berita ini diterbitkan, awak media masih berupaya memperoleh konfirmasi dari kepala buruh, KP3, dan Kapolsek yang namanya disebut dalam informasi tersebut.
( Ongen Sitania / Ferry Nelson Saily )









