Empat Anggota OPM Puncak Jaya Serahkan Senjata Pilih Kembali ke Masyarakat

oleh -45 Dilihat

Media Humas Polri//Puncak Jaya

Papua Tengah — Empat anggota kelompok bersenjata yang disebut sebagai bagian dari Organisasi Papua Merdeka (OPM) di wilayah Puncak Jaya memilih meninggalkan jalan kekerasan dan kembali menjalani kehidupan bersama keluarga serta masyarakat.

Keputusan tersebut ditandai dengan penyerahan empat pucuk senjata api kepada Pangkoops TNI Habema, Brigjen TNI Riyanto, S.I.P., M.M., M.T., dalam Upacara Reintegrasi Nasional yang berlangsung di halaman Makodim 1714/Puncak Jaya, Sabtu (26/9/2026).

Keempat orang tersebut masing-masing Bongkar Tabuni dan Lipar Tabuni dari OPM Kodap X/Tolikara, serta Bejo Tabuni dan Kopitua Tabuni dari OPM Kodap XXVIII/Yambi. Kopitua Tabuni disebut menjabat sebagai Koordinator Lapangan (Danops Wil) OPM Kodap XXVIII/Yambi.

Dalam prosesi tersebut, keempatnya menyatakan komitmen untuk kembali hidup bersama masyarakat. Komitmen itu ditandai dengan pembacaan ikrar dan penciuman Bendera Merah Putih, sebelum dilanjutkan dengan penyerahan senjata kepada Pangkoops TNI Habema.

Empat senjata api yang diserahkan terdiri atas satu pucuk AR-15 kaliber 5,56 mm, satu pistol revolver kaliber 9 mm, satu pistol Trailside Sig Arms kaliber .22 LR yang diserahkan Bejo Tabuni, serta satu pistol Combat kaliber 9 mm yang diserahkan Lipar Tabuni.

Seluruh senjata tersebut selanjutnya diamankan untuk ditangani sesuai ketentuan yang berlaku.

Kegiatan reintegrasi itu turut dihadiri unsur pemerintah daerah, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, aparat keamanan, serta berbagai pihak yang mendukung proses kembalinya keempat anggota kelompok tersebut ke tengah masyarakat.

Pangkoops TNI Habema Brigjen TNI Riyanto menyampaikan penghargaan atas keputusan mereka untuk meninggalkan kekerasan dan memilih kembali menjalani kehidupan bersama keluarga dan masyarakat.

«“Keberanian bukan hanya ketika seseorang mampu mengangkat senjata, tetapi juga ketika berani meletakkannya dan memilih kehidupan yang lebih baik. Hari ini bukan tentang siapa yang menang dan siapa yang kalah. Hari ini adalah tentang memilih masa depan,” ujar Brigjen TNI Riyanto.»

Menurutnya, penyerahan senjata bukan menjadi akhir dari proses reintegrasi. Justru setelah kembali ke masyarakat, diperlukan dukungan bersama agar mereka dapat menjalani kehidupan secara normal dan bermartabat.

Dukungan tersebut, kata dia, membutuhkan keterlibatan keluarga, masyarakat, pemerintah daerah, tokoh adat, tokoh agama, serta seluruh pihak terkait.

“Senjata yang diserahkan hari ini menjadi tanda bahwa satu jalan lama telah ditinggalkan. Setelah ini mari kembali kepada keluarga, membangun kampung, berkebun, bekerja, beribadah, dan bersama-sama menjaga masa depan anak-anak Papua. Jalan damai selalu terbuka bagi saudara-saudara kita yang ingin kembali,” tegasnya.

Koops TNI Habema menegaskan bahwa reintegrasi tidak berhenti pada penyerahan senjata. Proses berikutnya adalah memastikan kehidupan sosial kembali berjalan, pelayanan masyarakat tetap hadir, serta tumbuhnya kepercayaan di tengah masyarakat.

Penyerahan empat pucuk senjata tersebut menjadi bagian dari proses reintegrasi empat orang yang memilih meninggalkan aktivitas bersenjata dan kembali ke tengah keluarga serta masyarakat.

Dari Puncak Jaya, proses tersebut membawa pesan bahwa ruang untuk kembali ke kehidupan masyarakat tetap terbuka, sementara keberlanjutan perdamaian membutuhkan dukungan dan keterlibatan bersama.(FNS)


jasa pembuatan website

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.