Isu Penculikan Anak di Medsos Picu Pemalangan Jalan di Mimika Polisi Pastikan 4 Siswa Selamat

oleh -31 Dilihat

Media Humas Polri//Timika

Papua Tengah — Informasi dugaan penculikan anak sekolah yang beredar di media sosial Facebook memicu keresahan warga hingga berujung pada aksi pemalangan jalan di dua titik wilayah Distrik Mimika Tengah, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Selasa (15/9/2026).

Pemalangan terjadi di Kampung Kaugapu RT 04 dan pertigaan Kampung Mioko (Longpon). Warga secara spontan menutup akses jalan setelah menerima informasi mengenai dugaan pengadangan sejumlah pelajar oleh orang tak dikenal (OTK) menggunakan kendaraan minibus.

Situasi tersebut kemudian ditangani aparat Kepolisian Sektor (Polsek) Mimika Timur. Polisi turun langsung ke lapangan untuk memastikan kebenaran informasi sekaligus mencegah keresahan masyarakat berkembang menjadi konflik yang lebih luas.

Peristiwa bermula sekitar pukul 08.50 WIT ketika Kapolsek Mimika Timur, Iptu Alex Soumalena, menerima laporan masyarakat mengenai adanya pemalangan jalan di Kampung Kaugapu.

Kapolsek bersama sejumlah personel, yakni Aiptu Ambotang, Aiptu Agus Purnomo, Aipda Y. Brabar, Aipda Taufik Akbar dan Brigadir Andi Ibrahim, kemudian bergerak menuju lokasi.

Sekitar pukul 10.00 WIT, petugas tiba di Kampung Kaugapu dan mendapati akses jalan dipalang menggunakan kayu balok. Warga mengaku resah setelah mendengar kabar mengenai adanya pengadangan anak sekolah oleh orang tak dikenal yang disebut menggunakan mobil Avanza hitam tanpa pelat nomor.

Polisi kemudian bergerak menuju pertigaan Kampung Mioko. Setibanya sekitar pukul 10.35 WIT, petugas mendapati akses jalan lumpuh akibat barikade batang dan ranting pohon yang diambil dari kawasan hutan.

Empat Siswa Selamat

Di tengah upaya polisi menenangkan warga, beredar informasi yang lebih mengkhawatirkan, yakni adanya seorang pelajar yang disebut hilang akibat diculik.

Namun, penelusuran di lapangan bersama masyarakat serta pemeriksaan terhadap para siswa menunjukkan bahwa empat pelajar yang menjadi sasaran dugaan pengadangan dalam kondisi selamat.

Keempat siswa tersebut masing-masing berinisial GM (16), pelajar SMPN 1; FM (17), pelajar SMPN 1; VE (16), pelajar SMP Imanuel Mapurujaya; dan PM (19), pelajar SMKN 2 Mapurujaya.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh di lapangan, peristiwa bermula sekitar pukul 06.30 WIT ketika keempat siswa sedang menunggu bus sekolah di pertigaan Mioko.

Saat itu, dua unit mobil Avanza berwarna hitam tanpa pelat nomor disebut mendekati lokasi dari arah Lapas Kuala Kencana. Lima orang pria yang disebut mengenakan penutup wajah, pakaian dan sarung tangan berwarna hitam kemudian turun dari kendaraan.

Para pria tersebut disebut membawa senjata tajam berupa parang yang diselipkan di pinggang dan kemudian mengejar para pelajar.

Keempat siswa berhasil melarikan diri menuju kampung dan bersembunyi di kawasan hutan hingga situasi dinilai aman.

Polisi Luruskan Informasi yang Beredar Kepala Puskesmas Atuka, Irma Dawenan, bersama tenaga medis melakukan pemeriksaan terhadap para siswa di Pustu Mioko.

Hasil pemeriksaan memastikan keempat pelajar tersebut selamat dan tidak mengalami luka fisik maupun luka akibat pembacokan sebagaimana informasi yang sempat beredar di tengah masyarakat.

Meski demikian, para siswa dilaporkan mengalami trauma akibat kejadian tersebut.

Fakta ini menjadi penting karena informasi yang berkembang di media sosial sebelumnya telah menimbulkan kepanikan dan mendorong warga mengambil tindakan spontan berupa pemalangan jalan.

Polisi pun mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai atau menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, khususnya informasi yang berkaitan dengan keselamatan anak dan keamanan lingkungan.

Sebab, informasi yang belum dipastikan kebenarannya dapat dengan cepat memicu kepanikan, tindakan massa, bahkan berpotensi mengganggu ketertiban umum.

Pemalangan Dibuka, Lalu Lintas Kembali Normal Setelah melakukan mediasi dan memberikan penjelasan kepada masyarakat, aparat Polsek Mimika Timur berhasil meyakinkan warga untuk membuka akses jalan secara sukarela.

Sekitar pukul 12.30 WIT, pemalangan di pertigaan Mioko Longpon dibuka oleh warga.

Petugas kemudian kembali menuju Kampung Kaugapu sekitar pukul 12.55 WIT untuk memberikan penjelasan langsung kepada masyarakat mengenai kondisi sebenarnya dari para pelajar serta meluruskan informasi mengenai dugaan penculikan dan penganiayaan.

Sekitar pukul 13.00 WIT, pemalangan di Kampung Kaugapu akhirnya dibongkar.

Arus lalu lintas kembali normal dan situasi keamanan di wilayah Mimika Tengah dilaporkan dalam keadaan aman dan terkendali.

Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bahwa informasi dari media sosial tidak boleh langsung dianggap sebagai fakta sebelum dilakukan verifikasi. Di tengah kekhawatiran masyarakat terhadap keselamatan anak, kecepatan menyebarkan informasi harus diimbangi dengan ketelitian agar keresahan tidak berubah menjadi kepanikan massal. ( Ferry Nelson Saily)


jasa pembuatan website

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.