Jila Mengungsi Bantuan Datang Menembus Pegunungan

oleh -48 Dilihat

Media Humas Polri//Timika, Papua Tengah

Suasana tenang di sejumlah kampung di Distrik Jila, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, berubah sejak terjadi kontak tembak antara prajurit TNI dan kelompok bersenjata di Kampung Eralmakawiya pada 17 Agustus 2026. Demi keselamatan, ratusan warga meninggalkan kampung mereka dan mengungsi ke ibu kota Distrik Jila.

Halaman Kantor Distrik Jila kini menjadi tempat perlindungan sementara bagi masyarakat. Perempuan, anak-anak, hingga lanjut usia memilih bertahan di lokasi tersebut sambil menunggu situasi keamanan kembali kondusif. Mereka tidak meninggalkan tanah kelahirannya untuk selamanya, melainkan mencari tempat yang lebih aman di tengah ketidakpastian.

Dalam insiden tersebut, seorang prajurit TNI dilaporkan gugur, sementara dua prajurit lainnya mengalami luka-luka. Hingga kini belum ada data pasti mengenai jumlah warga yang mengungsi maupun waktu kepulangan mereka ke kampung masing-masing.

Menjawab kebutuhan mendesak para pengungsi, Pemerintah Kabupaten Mimika bersama TNI mengirimkan sekitar 700 kilogram bantuan logistik dari Timika menuju Distrik Jila menggunakan pesawat Caravan milik TNI Angkatan Udara. Pengiriman bantuan dilakukan melalui koordinasi Bupati Mimika Johannes Rettob, Komandan Kodim 1710/Mimika Letkol Infanteri Teuku Jozanda, serta Komandan Lanud Yohanis Kapiyau Kolonel Penerbang Taufik Andriadi.

Bantuan yang disalurkan terdiri atas beras, telur, mi instan, minyak goreng, dan berbagai kebutuhan pokok lainnya. Setelah tiba di Jila, logistik langsung didistribusikan kepada warga yang berada di lokasi pengungsian oleh personel Koramil Jila bersama anggota Polsek Jila.

Di tengah antrean penerima bantuan, rasa syukur tampak bercampur dengan kecemasan. Warga berharap situasi segera membaik agar dapat kembali ke rumah masing-masing.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bupati Mimika dan Komandan Kodim 1710/Mimika karena telah membantu masyarakat yang sedang mengungsi di Jila,” ujar Yohana Kibak, salah seorang warga.

Bupati Mimika Johannes Rettob menegaskan bahwa pengiriman logistik merupakan langkah kemanusiaan untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama berada di pengungsian.

“Hari ini bantuan kemanusiaan kami kirimkan dari Timika kepada masyarakat Jila yang sedang mengungsi di ibu kota distrik. Bantuan akan terus disalurkan kepada masyarakat,” katanya.

Pemerintah Kabupaten Mimika memastikan distribusi bantuan tidak berhenti pada tahap pertama. Penyaluran logistik akan terus dilakukan sesuai kebutuhan masyarakat hingga situasi memungkinkan warga kembali ke kampung halaman.

Meski demikian, tantangan yang dihadapi para pengungsi tidak hanya soal pangan. Ketersediaan air bersih, sanitasi, tempat tinggal sementara yang layak, serta pelayanan kesehatan bagi perempuan, anak-anak, lanjut usia, dan kelompok rentan lainnya juga menjadi kebutuhan penting yang harus dipenuhi.

Di sisi lain, masyarakat masih menantikan kepastian mengenai kondisi keamanan di kampung-kampung yang mereka tinggalkan. Informasi yang jelas menjadi bekal utama sebelum mereka memutuskan untuk kembali dan melanjutkan kehidupan seperti sediakala.

Bagi warga Jila, rumah bukan sekadar bangunan tempat berteduh. Rumah adalah tempat mereka menanam harapan, membesarkan anak-anak, dan menggantungkan masa depan. Selama rasa aman belum benar-benar kembali, perjalanan pulang ke Jila masih menjadi harapan yang menunggu kepastian.

(Ferry Nelson Saily)


jasa pembuatan website

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.