Kasat Binmas Polres Mimika Sambangi Kepala Suku Kyura Perkuat Sinergi Kamtibmas dan Pelestarian Budaya Kamoro

oleh -33 Dilihat

Media Humas Polri//Timika, Papua Tengah

Upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) tidak hanya dilakukan melalui kegiatan kepolisian di lapangan, tetapi juga dengan membangun komunikasi langsung bersama tokoh adat dan masyarakat.

Hal tersebut dilakukan Kasat Binmas Polres Mimika, AKP Budiman Sianturi, saat mengunjungi Kepala Suku Kyura masyarakat Kamoro wilayah Iwaka Kyura, Timotius Samin, di Kampung Limau Asri, Distrik Iwaka, Kabupaten Mimika, Jumat (25/9/2026).

Dalam kunjungan tersebut, AKP Budiman Sianturi didampingi Brigpol Nixon Mehue, S.H., personel Sat Binmas Polres Mimika. Pertemuan berlangsung dalam suasana kekeluargaan dan dihadiri sejumlah tokoh masyarakat, di antaranya Damianus Samin, Kristianus Waniu, Isak Siyan, Herman Asiam dan Yanuarus Wanini.

Kepala Suku Kyura, Timotius Samin, menyampaikan sejumlah aspirasi kepada pihak kepolisian, termasuk perkembangan situasi Kamtibmas serta pentingnya menjaga dan melestarikan adat istiadat masyarakat Kamoro.

Timotius juga menceritakan perjalanan panjangnya dalam memperkenalkan dan mempromosikan budaya Kamoro, baik di berbagai daerah di Indonesia maupun hingga ke mancanegara. Sebagai tokoh adat dan pelaku sejarah budaya Kamoro, dirinya mengaku telah menerima sejumlah penghargaan atas upayanya memperjuangkan serta memperkenalkan budaya dan adat istiadat Kamoro.

Menanggapi hal tersebut, Kasat Binmas Polres Mimika AKP Budiman Sianturi mengatakan, kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya Polri membangun komunikasi dan kemitraan dengan tokoh adat serta masyarakat.

“Kehadiran kami untuk menjalin komunikasi sekaligus menyerap informasi dan aspirasi dari para tokoh masyarakat. Tokoh adat memiliki peran penting dalam bersama-sama menjaga situasi Kamtibmas,” ujarnya.

Menurutnya, pendekatan kepada tokoh masyarakat merupakan bagian dari langkah preemtif dan preventif kepolisian dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.

“Polri tidak bisa bekerja sendiri. Dibutuhkan sinergi dan kemitraan dengan masyarakat, termasuk tokoh adat. Kami mengajak seluruh masyarakat bersama-sama menjaga Kamtibmas, menyampaikan informasi apabila ada persoalan, serta membangun komunikasi yang baik,” katanya.

Dalam pertemuan itu, tokoh masyarakat Damianus Samin turut menyampaikan berbagai upaya yang dilakukan masyarakat dalam mengembangkan dan melestarikan budaya Kamoro.

Ia menjelaskan bahwa masyarakat setempat kini telah membentuk badan hukum sebagai wadah untuk mengembangkan hasil karya masyarakat Kamoro agar dapat dipasarkan lebih luas, termasuk ke luar negeri.

Selain itu, pihaknya juga merencanakan pelaksanaan festival dan pameran budaya Kamoro secara rutin setiap tahun. Langkah tersebut dinilai penting agar budaya dan karya masyarakat Kamoro tetap hidup serta dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.

“Kami ingin budaya Kamoro tetap hidup. Kami juga berkolaborasi dengan Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Mimika untuk menertibkan pembuatan berbagai alat atau barang yang menggunakan motif Kamoro agar tetap sesuai dengan nilai adat dan budaya,” jelas Damianus.

Ia menilai pengembangan ekonomi berbasis budaya dapat menjadi salah satu jalan bagi masyarakat untuk mengembangkan potensi yang dimiliki tanpa meninggalkan identitas adat.

“Harapannya masyarakat Kamoro bisa menjadi tuan di negeri sendiri. Dengan pengembangan potensi dan hasil karya masyarakat, ekonomi dapat bergerak, kehidupan menjadi lebih baik, serta keamanan dan kenyamanan masyarakat dapat terus terjaga,” tambahnya.

Sementara itu, AKP Budiman Siaturi menyampaikan apresiasi atas berbagai informasi dan aspirasi yang disampaikan para tokoh adat dan masyarakat.

Menurutnya, informasi tersebut menjadi bahan penting bagi jajaran kepolisian untuk memahami kondisi sosial, budaya dan kehidupan masyarakat Kamoro dalam menjalankan tugas pelayanan serta menjaga Kamtibmas di wilayah Mimika.

Sebagai bentuk silaturahmi dan kepedulian, Kasat Binmas Polres Mimika juga menyerahkan tali asih berupa sembako kepada keluarga tokoh adat.

Kegiatan kemudian diakhiri dengan foto bersama. Seluruh rangkaian kunjungan selesai sekitar pukul 11.40 WIT dalam keadaan aman dan kondusif. (FNS)


jasa pembuatan website

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.