Koops TNI Habema Klarifikasi Video Viral Kantor Bupati Intan Jaya Tegaskan Rekaman Berasal dari Tahun 2021

oleh -80 Dilihat

Media Humas Polri//Papua Tengah

Timika, Papua Tengah – Komando Operasi (Koops) TNI Habema menggelar konferensi pers untuk memberikan klarifikasi terkait beredarnya video di media sosial yang disertai narasi bahwa aparat TNI melakukan pendobrakan dan pencurian di Kantor Bupati Intan Jaya pada 23 Juli 2026.

Dalam keterangannya, Koops TNI Habema menegaskan bahwa informasi yang beredar di media sosial tersebut tidak sesuai dengan fakta hasil verifikasi yang telah dilakukan bersama pihak terkait.

Koops TNI Habema menjelaskan bahwa video yang kini ramai diperbincangkan sebenarnya merupakan dokumentasi kegiatan personel Satgas Yonif 501/BY pada tahun 2021. Saat itu, personel TNI melaksanakan pengecekan dan pengamanan di lingkungan Kantor Bupati Intan Jaya berdasarkan laporan dari salah seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kabupaten Intan Jaya.

Menurut penjelasan Koops TNI Habema, pada saat pelaksanaan tugas tersebut beberapa pintu ruangan kantor terpaksa dibuka karena tidak dapat diakses. Langkah tersebut dilakukan semata-mata untuk memastikan kondisi bangunan sekaligus mengamankan fasilitas perkantoran, bukan untuk melakukan tindakan melawan hukum sebagaimana narasi yang saat ini beredar.

Koops TNI Habema juga mengungkapkan bahwa persoalan yang terjadi pada tahun 2021 telah diselesaikan melalui komunikasi dan koordinasi yang baik antara TNI dan Pemerintah Kabupaten Intan Jaya. Saat itu, Danrem 173/Praja Vira Braja (PVB) Brigjen TNI Taufan Gestoro bersama Bupati Intan Jaya Natalis Tabuni menyelesaikan permasalahan tersebut secara musyawarah, termasuk penyelesaian terhadap fasilitas yang mengalami kerusakan.

Sementara itu, terkait dugaan pembobolan dan pencurian di beberapa ruangan Kantor Bupati Intan Jaya yang dilaporkan terjadi pada 24 Juli 2026, Koops TNI Habema menegaskan bahwa peristiwa tersebut merupakan kejadian yang berbeda dan tidak memiliki keterkaitan dengan video dokumentasi tahun 2021.

Berdasarkan keterangan Pemerintah Kabupaten Intan Jaya, kasus dugaan pembobolan dan pencurian tersebut saat ini masih dalam proses penyelidikan oleh Polres Intan Jaya untuk mengungkap fakta yang sebenarnya.

“Karena itu, mengaitkan dokumentasi kegiatan tahun 2021 dengan dugaan tindak pidana yang terjadi pada tahun 2026 merupakan informasi yang tidak sesuai dengan hasil verifikasi yang telah kami lakukan,” tegas Koops TNI Habema dalam konferensi pers.

Koops TNI Habema menyatakan menghormati sepenuhnya proses hukum yang sedang berjalan dan memberikan dukungan kepada aparat penegak hukum agar dapat mengusut kasus tersebut secara profesional, objektif, dan transparan.

Selain itu, masyarakat juga diimbau agar lebih bijaksana dalam menerima maupun menyebarluaskan informasi, terutama di era digital saat ini. Penggunaan dokumentasi lama yang dipadukan dengan narasi baru tanpa verifikasi dinilai berpotensi menimbulkan kesalahpahaman, keresahan di tengah masyarakat, serta mengganggu kepercayaan publik.

Koops TNI Habema menegaskan komitmennya untuk terus menjalankan tugas secara profesional, humanis, dan sesuai ketentuan hukum. Sinergi dengan pemerintah daerah, aparat penegak hukum, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta seluruh elemen masyarakat akan terus diperkuat guna menjaga situasi keamanan di Papua tetap aman, damai, dan kondusif.

Melalui konferensi pers tersebut, Koops TNI Habema juga mengajak seluruh pihak untuk membangun ruang informasi yang sehat dengan mengedepankan fakta, menghormati proses hukum yang sedang berlangsung, serta tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi. ( FNS )


jasa pembuatan website

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.