Pendidikan Jadi Benteng Generasi Papua Kogabwilhan III Perkuat Pendekatan Humanis Cegah Pengaruh Radikalisme dan Separatisme

oleh -147 Dilihat

Media Humas Polri // Kalbar

Timika, Papua Tengah – Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III, Letjen TNI Lucky Avianto, menegaskan bahwa pendidikan merupakan kunci utama dalam membangun masa depan generasi muda Papua sekaligus menjadi benteng untuk menangkal masuknya paham radikalisme, terorisme, separatisme, dan ekstremisme.

Menurut Letjen Lucky, Kogabwilhan III mengedepankan pendekatan humanis melalui kedekatan personel Satgas TNI dengan masyarakat, khususnya para orang tua dan mama-mama Papua. Pendekatan tersebut dilakukan dengan memberikan edukasi mengenai pentingnya pendidikan sebagai jalan terbaik untuk mengubah masa depan anak-anak Papua, bukan melalui kekerasan maupun penggunaan senjata.

“Anak-anak Papua harus tumbuh dengan pendidikan yang baik. Masa depan mereka dibangun melalui ilmu pengetahuan dan karakter, bukan dengan kekerasan,” ujar Letjen TNI Lucky Avianto.

Ia menjelaskan, saat ini semakin banyak orang tua di Papua yang mulai menyadari pentingnya menyekolahkan anak-anak mereka. Kesadaran tersebut juga didukung oleh berbagai program pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, mulai dari program Sekolah Rakyat hingga berbagai beasiswa yang ditujukan bagi generasi muda, termasuk di wilayah Papua.

Menurut Pangkogabwilhan III, lingkungan sekolah menjadi tempat yang strategis untuk membentuk karakter, moral, kedisiplinan, serta rasa cinta tanah air. Dengan bekal tersebut, generasi muda Papua diharapkan mampu menolak berbagai ajaran yang mengarah pada radikalisme, terorisme, separatisme, maupun ekstremisme.

“Pendidikan karakter merupakan fondasi utama untuk melahirkan generasi Papua yang tangguh, berintegritas, bermoral, serta mampu menghadapi berbagai bentuk pengaruh negatif yang dapat mengganggu persatuan bangsa,” tegasnya.

Sebagai indikator keberhasilan pendidikan di Papua, Letjen Lucky mengungkapkan bahwa saat ini sebanyak 25 putra-putri terbaik Papua telah berhasil lolos menjadi Taruna Akademi Militer (Akmil). Mereka dipersiapkan menjadi calon pemimpin TNI yang kelak mengemban tugas menjaga kedaulatan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Keberhasilan tersebut dinilai menjadi bukti bahwa pendidikan mampu membuka peluang besar bagi generasi Papua untuk meraih masa depan yang lebih baik sekaligus berkontribusi dalam menjaga keamanan dan pembangunan nasional.

Selain mengedepankan pendekatan edukatif, Kogabwilhan III juga terus memperkuat pengamanan di sejumlah wilayah yang dinilai rawan gangguan keamanan. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah adanya upaya penyebaran paham radikalisme, terorisme, separatisme, dan ekstremisme kepada masyarakat, khususnya anak-anak dan generasi muda Papua.

Menurut Pangkogabwilhan III, pendekatan keamanan yang dibarengi pembinaan masyarakat merupakan strategi yang saling melengkapi dalam menciptakan situasi yang aman dan kondusif di Tanah Papua.

Langkah-langkah tersebut, lanjut Letjen Lucky Avianto, merupakan bagian dari komitmen TNI dalam mendukung program pembangunan pemerintah, termasuk implementasi visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya di wilayah timur Indonesia melalui penguatan sektor pendidikan, keamanan, dan pembangunan sumber daya manusia.

Dengan sinergi antara TNI, pemerintah, tokoh adat, tokoh agama, tenaga pendidik, serta seluruh elemen masyarakat, diharapkan generasi muda Papua dapat tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berkarakter, mencintai tanah air, dan mampu menjadi motor penggerak kemajuan Papua di masa depan. ( FNS )


jasa pembuatan website

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.