Polsek Mimika Baru Beri Penyuluhan di SMK Hermon Pelajar Diingatkan Jauhi Tawuran dan Hoaks

oleh -49 Dilihat

Media Humas Polri//Timika

Papua Tengah – Upaya mencegah kenakalan remaja dan membangun kesadaran hukum sejak dini terus dilakukan jajaran Polsek Mimika Baru. Kali ini, Kanit Binmas Polsek Mimika Baru, Iptu I Made Aribawa, memberikan bimbingan dan penyuluhan (Binluh) kepada siswa-siswi SMK Hermon Timika.

Kegiatan tersebut berlangsung pada Senin (28/9/2026) sekitar pukul 08.05 WIT di Lapangan Upacara SMK Hermon, Jalan Budi Utomo Ujung, Kelurahan Kamoro Jaya, Distrik Mimika Baru, Kabupaten Mimika.

Iptu I Made Aribawa didampingi Banit Binmas Polsek Mimika Baru, Bripka Cris Saragih, sekaligus bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup) dalam upacara bendera rutin hari Senin.

Kegiatan tersebut diikuti sekitar 70 siswa-siswi dan 17 dewan guru, serta diterima langsung Kepala Yayasan STIE Hermon, Julian Sollosa, dan Kepala SMK Hermon, Yuliana Tokang Baleasi, S.Th., M.Pd.

Dalam amanatnya, Iptu I Made Aribawa mengingatkan para pelajar agar tidak hanya mengejar prestasi akademik, tetapi juga membangun karakter, etika, disiplin serta kesadaran terhadap aturan hukum.

Ia menekankan pentingnya menjaga sikap dan sopan santun terhadap guru, orang tua maupun sesama teman, baik ketika berada di lingkungan sekolah maupun di tengah masyarakat.

“Jaga nama baik sekolah. Apa yang kalian lakukan di luar sekolah juga akan membawa nama baik keluarga dan almamater,” pesan Iptu I Made Aribawa kepada para siswa.

Selain persoalan etika, para pelajar juga diberikan pemahaman mengenai bahaya kenakalan remaja dan konsekuensi hukum apabila terlibat dalam tindak pidana.

Menurutnya, keterlibatan pelajar dalam perbuatan melanggar hukum dapat memberikan dampak terhadap masa depan, termasuk ketika membutuhkan dokumen administrasi kepolisian untuk kepentingan pendidikan maupun pekerjaan.

Tawuran Bisa Berujung Pidana

Salah satu perhatian utama dalam penyuluhan tersebut adalah potensi tawuran antar pelajar maupun kelompok remaja.

Iptu I Made Aribawa mengingatkan bahwa tawuran bukan sekadar persoalan perkelahian antar anak muda, tetapi dapat berkembang menjadi tindak pidana apabila mengakibatkan kekerasan dan korban.

Para siswa diminta tidak menjadi pelaku maupun korban kekerasan serta segera menghindari situasi yang berpotensi memicu tawuran.

“Jangan mudah terpancing ajakan untuk tawuran. Sekali ikut, akibatnya bisa panjang dan merugikan masa depan sendiri,” tegasnya.Bijak Bermedia Sosial

Tidak hanya persoalan kenakalan remaja, penggunaan media sosial juga menjadi bagian dari materi penyuluhan.

Para siswa diingatkan agar tidak mudah mempercayai maupun menyebarkan informasi yang belum diketahui kebenarannya. Berita bohong atau hoaks, kata dia, dapat memicu kesalahpahaman, konflik bahkan perselisihan di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Karena itu, pelajar diminta lebih bijak menggunakan media sosial dan berpikir terlebih dahulu sebelum membagikan suatu informasi.

Kegiatan Binluh tersebut merupakan bagian dari langkah preemtif dan preventif kepolisian dalam membangun kemitraan dengan pihak sekolah sekaligus menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan kondusif.

Polsek Mimika Baru berharap para pelajar SMK Hermon dapat lebih fokus menuntut ilmu, mengembangkan potensi dan meraih prestasi tanpa terjerumus dalam berbagai bentuk kenakalan remaja maupun pelanggaran hukum.

Kegiatan berlangsung aman, tertib dan kondusif. Para siswa juga terlihat antusias mengikuti materi yang disampaikan hingga kegiatan berakhir dengan sesi foto bersama antara personel kepolisian, dewan guru dan para siswa. ( FNS )


jasa pembuatan website

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.