TNI Beberkan Kronologi Evakuasi Korban Kekerasan di Yahukimo Pangkoops Habema Pimpin Langsung Operasi di Tengah Kontak Tembak

oleh -170 Dilihat

Media Humas Polri//Papua Tengah

Timika, Papua Tengah – Panglima Komando Operasi (Pangkoops) TNI Habema, Mayor Jenderal TNI Yudha Airlangga, memimpin langsung operasi evakuasi tiga warga Orang Asli Papua (OAP) yang menjadi korban dugaan aksi kekerasan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Distrik Seradala, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.

Dalam konferensi pers di Timika, Kamis (23/7/2026), Mayjen TNI Yudha Airlangga memaparkan kronologi operasi yang berlangsung pada Senin (20/7/2026). Operasi kemanusiaan tersebut dilakukan di wilayah yang berjarak sekitar 65 kilometer dari pusat Kota Dekai dengan medan pegunungan yang berat dan sulit dijangkau.

Menurut Yudha, personel gabungan Satgas Habema lebih dahulu menemukan jejak darah yang mengarah ke kawasan hutan sebelum akhirnya melakukan penelusuran lebih lanjut. Namun, saat proses pencarian berlangsung, tim justru mendapat perlawanan dari kelompok bersenjata.

“Sekitar pukul 11.20 WIT kami menemukan jejak darah, kemudian pada pukul 11.40 WIT terjadi kontak tembak dengan anggota OPM. Mereka sudah menunggu kedatangan kami, namun situasi berhasil kami antisipasi sehingga operasi evakuasi tetap dapat dilaksanakan,” ujar Mayjen Yudha.

Meski sempat terjadi baku tembak, aparat berhasil mengamankan lokasi dan melanjutkan pencarian hingga menemukan tiga korban. Dua di antaranya telah teridentifikasi sebagai pasangan suami istri, yakni Yentinus Kogoya alias Kumis Kogoya dan istrinya, Pam Wendakwe. Sementara satu korban lainnya merupakan seorang perempuan dari Suku Unaukam yang hingga kini identitasnya masih dalam proses penyelidikan.

Mayjen Yudha mengungkapkan kondisi para korban saat ditemukan sangat memprihatankan.

“Jenazah ditemukan dalam kondisi yang sangat tidak manusiawi,” ungkapnya.

Seluruh jenazah kemudian dievakuasi menuju RSUD Dekai dan tiba sekitar pukul 14.30 WIT untuk menjalani proses visum et repertum sebagai bagian dari penyelidikan sebelum diserahkan kepada pihak kepolisian. Proses evakuasi tersebut juga dipantau langsung oleh Bupati Yahukimo, Didimus Yahuli.

Dalam kesempatan yang sama, Pangkoops Habema membantah informasi yang beredar bahwa para korban merupakan anggota intelijen TNI. Ia menegaskan ketiga korban adalah warga sipil dan operasi yang dilakukan aparat sepenuhnya merupakan misi kemanusiaan sekaligus penegakan hukum.

“Keselamatan dan keamanan masyarakat Papua tetap menjadi prioritas utama kami. Operasi ini dilakukan untuk mengevakuasi korban serta memberikan rasa aman kepada masyarakat,” tegas Mayjen Yudha.

Hingga Kamis (23/7/2026), aparat TNI bersama instansi terkait masih terus melakukan pendalaman terhadap identitas korban perempuan yang belum dikenali serta memperketat pengamanan di wilayah Distrik Seradala guna mengantisipasi potensi gangguan dari kelompok bersenjata.(FNS)


jasa pembuatan website

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.