Datuk Saprizal Desak Evaluasi Pendidikan di Kampar Usai Aksi Wali Murid SDN 017 Kualu

oleh -76 Dilihat

Media Humas Polri//Kampar

Persoalan yang mencuat di lingkungan SDN 017 Kualu, Dusun III Durian Tandang, Desa Kualu, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, mendapat perhatian dari tokoh masyarakat Datuk Saprizal.

Datuk Saprizal yang dikenal sebagai pemuka masyarakat dan aktif di sejumlah organisasi, baik di bidang media maupun kelembagaan adat, meminta Pemerintah Kabupaten Kampar, khususnya Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora), memberikan perhatian serius terhadap persoalan yang disampaikan para wali murid.

Hal tersebut disampaikannya setelah dirinya secara langsung mendengar keluhan sejumlah wali murid dalam aksi yang berlangsung pada Jumat (4/9/2026) sekitar pukul 10.00 WIB. Dalam aksi tersebut, para wali murid menyampaikan sejumlah tuntutan, termasuk permintaan agar kepala sekolah mengundurkan diri.

Menurut Datuk Saprizal saat di wawancara awak media Selasa (8/9/26) persoalan yang telah disampaikan oleh para wali murid kepada pihak terkait tersebut jangan sampai berlarut-larut tanpa adanya penyelesaian. Ia juga mengingatkan agar persoalan tersebut tidak berdampak pada proses belajar mengajar para siswa,

“Jangan sampai masalah ini tidak ada jalan keluarnya. Wali murid sudah pernah mengadukan persoalan ini dengan mendatangi dinas. Jangan biarkan anak-anak sampai mogok sekolah,” ujarnya.

Datuk Saprizal yang bergelar Gindo Mudo Anak Singo Berantai berharap seluruh pihak yang memiliki kewenangan dapat mengambil hikmah dari persoalan tersebut dengan memberikan perhatian lebih terhadap dunia pendidikan di Kabupaten Kampar.

Ia menilai berbagai aspek pendidikan, termasuk kondisi bangunan sekolah dan fasilitas penunjang pembelajaran, perlu menjadi perhatian pemerintah demi menciptakan lingkungan belajar yang nyaman bagi para siswa, itu seluruh untuk sekolah di kabupaten Kampar”. Tegas nya

“Mana yang belum layak, tolong diperbaiki. Apalagi bangunan sekolah dan fasilitas, itu harus lebih diutamakan karena menyangkut kenyamanan anak-anak dalam belajar. Harus dievaluasi dan ditingkatkan,” katanya.

Ia menambahkan, perhatian terhadap sarana dan prasarana pendidikan tidak hanya diperlukan di satu sekolah, tetapi harus dilakukan secara menyeluruh terhadap sekolah-sekolah yang berada di Kabupaten Kampar.

Menurutnya, hal tersebut sejalan dengan komitmen Pemerintah Kabupaten Kampar dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Ia juga mengutip pernyataan Bupati Kampar Ahmad Yuzar yang menurutnya pernah menegaskan, “Jangan main-main dengan pendidikan.”

“Kami juga selaku anak negeri akan terus memberikan dukungan dan support kepada generasi anak-anak bangsa yang menempuh dunia pendidikan. Kami juga akan kawal tentang sekolah-sekolah di Kabupaten Kampar,” tegas Datuk Saprizal.

Disdikpora Disebut Telah Turun ke Sekolah pada hari Senin (7/9/26)

Sementara itu, terkait perkembangan setelah aksi tersebut, warga Dusun III Durian Tandang mengabarkan bahwa pihak dinas telah turun dan melakukan rapat bersama para wali murid di salah satu sekolah di wilayah tersebut.

Rapat tersebut disebut turut melibatkan pihak sekolah, komite , para guru, kepala sekolah, serta wali murid. Pertemuan tersebut diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk mencari jalan keluar atas persoalan yang selama ini disampaikan masyarakat.

Datuk Saprizal berharap hasil rapat tersebut dapat memberikan solusi yang sesuai dengan tuntutan dan poin-poin yang telah disampaikan para wali murid.

“Kita tunggu bagaimana keputusan dari hasil rapat tersebut dari dinas terkait, tentunya ada berita acara sesuai dengan tuntutan dan poin yang diajukan oleh para wali murid,” pungkasnya.

(Mhd.Yunus)


jasa pembuatan website

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.