Libatkan Mantan Terpidana Polda Riau Oknum Tokoh Adat Diduga Koordinir Pungli 17 Somel Ilegal di Kampar

oleh -36 Dilihat

Media Humas Polri//Riau

Pekanbaru – Aktifitas pengolahan kayu ilegal atau sawmill(somel) di Wilayah Teratak Buluh, kecamatan siakhulu, kabupaten Kampar,di duga berjalan mulus karena di bekingi oleh oknum penghulu adat.Sebanyak 17 Somel ilegal di laporkan bebas beroperasi mengolah kayu berukuran panjang 4 meter.

Informasi yang di himpun dari laporan Masyarakat menyebutkan bahwa setiap bulan pemilik somel di wajibkan membayar “Uang Keamanan”, jumlah pungutan liar ini terbilang fantastis,yakni sebesar Rp 2,5juta persomel setiap bulan nya,jika di total dari 17 somel yang beroperasi, Perputaran uang haram ini di perkirakan mencapai puluhan juta perbulan.

Pungutan tersebut di duga di koordinir oleh oknum tokoh adat berinisial AO alias Datuk MJ, yang juga di ketahui berstatus sebagai karyawan di PT Indofood,selain Datuk MJ,nama lain yang ikut terseret adalah Datuk JS, yang berinisial BT, pria berinisial BT ini bahkan diduga memiliki gudang penampungan kayu ilegal sendiri yang berlokasi di desa Kubang jaya.

Untuk meng-eksekusi penarikan uang di lapangan, para oknum tersebut mempercayai tugas memungut biaya kemanan kepada seorang pria berinisial AO. Berdasarkan rekam jejaknya, AO merupakan mantan terpidana kasus ilegal logging yang sebelumnya pernah di tangkap Polda Riau.

Guna menghindari kecurigaan dan melegalkan aksi tersebut, Uang hasil pungutan liar dari belasan somel itu di klaim dan di dalihkan untuk program bantuan bagi masyarakat miskin di Desa Teratak Buluh.

Hingga berita ini di turunkan, masyarakat mendesak aparat penegak hukum, Khususnya Ditreskrimsus Polda Riau dan Polres Kampar, untuk segera turun kelapangan melakukan investigasi mendalam terkait aktivitas pembalakan liar dan dugaan praktik pungutan liar yang melibatkan oknum adat tersebut.

(Arjunaidi)


jasa pembuatan website

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.