3 ASN Dinas Pertanian Jayawijaya Diduga Tewas Ditembak Saat Tugas di Muliama WAMENA Satu Korban Berasal dari Toraja

oleh -372 Dilihat

Media Humas Polri // Toraja

Duka menyelimuti Pemerintah Kabupaten Jayawijaya. Tiga pegawai Dinas Pertanian tewas ditembak orang tak dikenal (OTK) saat menjalankan tugas negara mendistribusikan bantuan pangan di Kampung Muliama, Distrik Muliama, Rabu (9/9/2026) sore.

Insiden berdarah tersebut mengakibatkan dua orang meninggal dunia di lokasi kejadian, sementara satu korban lainnya dalam kondisi kritis. Seluruh korban langsung dievakuasi oleh aparat gabungan menuju RSUD Wamena.

IDENTITAS KORBAN

Ketiga korban merupakan ASN terbaik di Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya

1. Aprida Rapi (49)

Jabatan: Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan pada Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya.

Domisili: Jalan Yos Sudarso, Wamena.

Kondisi: Mengalami luka tembak pada bagian rusuk kiri. Dalam laporan awal disebut sebagai A.R., perempuan yang merupakan Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian.

Dinyatakan meninggal dunia di RSUD Wamena. A.R di ketahui merupakan warga perantau asal Kabupaten Tana Toraja

2. Alfonsius Albinus Mehan (34-35)

Jabatan: Dokter hewan ASN Pemkab Jayawijaya.

Domisili: Sinapuk, Wamena.

Kondisi: Luka tembak pada bagian kepala.

Dinyatakan meninggal dunia.

3. Wili Mbuik (25-26)

Jabatan: Pegawai Dinas Pertanian, CPNS Kabupaten Jayawijaya.

Domisili: Jalan Jenderal Sudirman, Wamena.

Kondisi awal dilaporkan kritis dan menjalani perawatan intensif, dalam update terbaru dilaporkan juga meninggal dunia sehingga ketiga korban dinyatakan meninggal.

KRONOLOGI LENGKAP

Pukul 15.33 – 15.47 WIT, Rabu 9 September 2026, rombongan pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya diserang kelompok orang tak dikenal di Distrik Muliama.

Berdasarkan keterangan korban selamat, rombongan tersebut hendak melaksanakan pendistribusian bibit ternak sebanyak dua kandang dari Kantor Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya menuju Kampung Kimbim, Distrik Asologaima. Versi lain menyebut misi distribusi bahan pangan (Bapang).

Rombongan berjumlah 8 hingga 11 orang. Saat berada di Kampung Muliama, rombongan diduga diserang oleh OTK. Akibat penembakan, tiga orang menjadi korban, sementara delapan anggota rombongan lainnya berhasil menyelamatkan diri dan mengamankan diri di Puskesmas Muliama.

Lima orang yang selamat kemudian menuju Puskesmas Muliama dan meminta pertolongan.

EVAKUASI DRAMATIS OLEH KAPOLRES LANNY JAYA

Kapolres Lanny Jaya Kompol Hendrik Seru, S.H., yang kebetulan melintas dalam perjalanan menuju Wamena untuk pertemuan kamtibmas, dihentikan oleh para korban selamat di Kampung Muliama.

“Dalam perjalanan menuju Wamena, kami mendapat informasi dari masyarakat bahwa ada kejadian penembakan. Saat tiba di Muliama, para korban yang selamat menghentikan rombongan dan menyampaikan bahwa teman mereka terkena tembakan. Kami kemudian langsung menuju lokasi,” ujar Kompol Hendrik Seru.

Setelah melakukan sterilisasi lokasi untuk antisipasi ancaman lanjutan, Kapolres langsung mengevakuasi ketiga korban ke RSUD Wamena.

PERNYATAAN RESMI POLRI

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz 2026 Kombes Pol Yusuf Sutejo membenarkan kejadian tersebut.

“Penembakan terjadi sekitar pukul 15.47 WIT saat rombongan pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya melaksanakan distribusi Bapang ke Distrik Muliama,” kata Yusuf.

Ia menambahkan, “Kita masih dalami pelakunya”. Polisi belum memastikan keterlibatan KKB, namun dugaan kuat mengarah ke Kelompok Kriminal Bersenjata.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Cahyo Sukarnito menyatakan penyelidikan masih berlangsung dan mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi.

Jenazah ketiga pahlawan pangan tersebut kini berada di RSUD Wamena untuk proses visum dan menunggu penyerahan kepada keluarga.(Yohanis Battung)


jasa pembuatan website

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.