Berani Hapus Jejak Bandar Judi Slot Madalle Group di Toraja Tantang Hukum Polisi Diminta Jangan Diam

oleh -362 Dilihat

Media Humas Polri // Sulsel

Kesabaran warga Toraja habis. Meski modus judi online berkedok arisan berhadiah mobil dan kerbau yang dijalankan akun Madalle Group (@madalle.group) sudah terbongkar dan diselidiki Tim Siber, bandarnya hingga kini belum juga ditangkap.

Publik kini balik menantang Polres Tana Toraja,Toraja Utara dan Polda Sulsel untuk tidak berhenti di imbauan, tapi segera lakukan penangkapan.

“Kalau sudah jelas ada taruhan uang, ada undian, ada hadiah mobil dan kerbau, itu judi. Jangan hanya imbau warga jangan tergiur. Tangkap bandarnya!” desak salah satu tokoh pemuda Toraja, Sabtu (30/8/2026).

Bukti Sudah Terang, Akun Mendadak Bersih dan Hilang

Investigasi Media Humas Polri sebelumnya membongkar total modus Madalle Group. Akun dengan 2.422 pengikut itu secara terbuka memajang hadiah Mitsubishi Triton 4×4 2021, Pajero Sport, hingga motor trail dengan narasi: “PART 4 MADALLE GROUP Kursi Utama : 400 Kursi Murah : 75 TRITON 4×4 2021”.Modusnya: Warga diminta membeli “kursi” atau “slot” dengan nominal tertentu, lalu nomor diundi saat live. Padahal itu memenuhi 3 unsur pidana judi.

Bukti diperkuat dari hasil penyamaran wartawan via WhatsApp. Pada Rabu (27/8) pukul 13.52 WITA, admin Madalle Group mengakui: “Betul, kursi utama 400”.

Yang lebih menyakitkan bagi warga Toraja, pelaku juga menjadikan Kerbau Tedong – hewan sakral dan simbol tertinggi dalam adat Rambu Solo’ – sebagai objek undian judi.

Usai viral, gerak cepat mencurigakan terjadi. Pantauan Sabtu (29/8/2026), akun madalle.group yang tadinya 2.423 pengikut kini 0 Video. Semua konten bukti dihapus.

Langkah hapus video ini dinilai sebagai upaya menghilangkan jejak digital, bukan klarifikasi. Jika hanya arisan biasa, mengapa harus dihapus?

Polisi Baru Sebatas Imbauan

Polres Tana Toraja sendiri telah mengakui praktik tersebut. Kapolres menyatakan modus tersebut menjanjikan hadiah berupa 1 unit mobil dengan cara peserta diminta membayar sejumlah uang untuk “membeli nomor undian” yang kemudian akan dikocok saat live di media sosial.

Kapolres menegaskan: “Saya mengimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Tana Toraja agar tidak tergiur dan tidak mengikuti kegiatan apapun yang mengatasnamakan undian, slot, atau kocok nomor yang meminta transfer uang terlebih dahulu. Itu adalah judi online ilegal.”

Polres juga menyebut Tim Siber telah melakukan penyelidikan.

Namun bagi warga, penyelidikan tanpa penangkapan dianggap belum cukup.

Tiga Tuntutan Warga untuk Polisi:

1. Tangkap Admin dan Pemilik Rekening: Nomor WhatsApp admin sudah dikantongi, aliran dana transfer “kursi 400” mudah dilacak.

2. Usut Tuntas Dugaan Keterlibatan Oknum: Jangan sampai ada beking, seperti kasus narkoba sebelumnya di Toraja Utara.

3. Libatkan Komdigi & PPATK: Blokir akun dan bekukan rekening untuk memiskinkan bandar judi.

“Kami tidak akan memberi ruang bagi perjudian di wilayah hukum Polres Tana Toraja. Siapa pun yang terlibat akan kami tindak sesuai hukum yang berlaku,” ujar Kapolres sebelumnya.

Kini kata-kata itu yang ditagih warga. Publik menunggu bukti, bukan janji.

Masyarakat diminta terus melapor jika menemukan akun baru pengganti Madalle Group ke Call Center 110 atau ke Polres terdekat.

(Yohanis)


jasa pembuatan website

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.