Duka Mendalam Iringi Pemakaman Aprida Rapi Kabid Peternakan yang Gugur Ditembak KKB di Wamena

oleh -209 Dilihat

Media Humas Polri// Sulsel

Isak tangis keluarga tak terbendung mewarnai pelepasan jenazah Alm.Aprida Rapi (49) di Tongkonan Nek Bite’, Bulean, Lembang Leatung Matallo, Sangalla’ Utara, Kabupaten Tana Toraja ,Jumat (18/9/2026).

Jenazah almarhum yang telah beberapa hari disemayamkan di Tongkonan tersebut, pagi tadi diturunkan dari rumah adat untuk menjalani Misa Requiem di Gereja Katolik Stasi Santo Vitus Kapa’. Suasana haru seketika pecah saat peti jenazah mulai diusung keluar, keluarga melepas kepergian almarhum untuk terakhir kalinya.

Almarhum Aprida Rapi merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang gugur menjadi korban penembakan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Wamena, Papua Pegunungan. Setelah menempuh perjalanan panjang dari Wamena, jenazah akhirnya tiba dan disemayamkan di tanah leluhurnya di Toraja sebelum dimakamkan secara adat dan gereja.

Prosesi Adat Rambu Solo’

Selama disemayamkan, keluarga besar menggelar prosesi adat Rambu Solo’ di Tongkonan Nek Bite’ sebagai bentuk penghormatan terakhir. Doa bersama dan lantunan Pa’badong mengiringi prosesi, menandakan almarhum yang dikenal pekerja keras dan pengabdi itu telah kembali secara utuh ke pangkuan leluhur.

Misa Requiem di Stasi Santo Vitus Kapa’

Usai dilepas dari Tongkonan, jenazah dibawa ke Gereja Katolik Stasi Santo Vitus Kapa’. Misa Requiem dimulai tepat pukul 10.00 WITA dan dipimpin langsung oleh Pastor Klemens Palindangan.

Dalam homilinya, Pastor Klemens menyebut almarhum sebagai martir pelayanan.

“Almarhum meninggal dalam tugas. ia adalah martir pelayanan. Kiranya iman dan pengabdiannya menjadi teladan bagi kita semua,” ujar Pastor Klemens di hadapan jemaat yang memadati gereja.

Dimakamkan di Patane Keluarga

Usai misa, jenazah diantar ke tempat peristirahatan terakhirnya di Patane, kuburan keluarga di Kapa’. Dengan iringan lagu rohani, peti jenazah dimasukkan ke dalam Patane. Secara adat Toraja, pemakaman di Patane bermakna almarhum telah bersatu kembali dengan leluhurnya.

Gugur Saat Bertugas

Untuk diketahui, Aprida Rapi adalah salah satu dari tiga ASN Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya yang tewas ditembak KKB. Insiden maut itu terjadi pada Rabu, 9 September 2026 sore, sekitar pukul 15.53 WIT di Distrik Muliama.

Saat itu rombongan 11 pegawai sedang dalam perjalanan dari Wamena menuju Muliama untuk meninjau cetak sawah dan menyalurkan bantuan ternak babi kepada masyarakat di Kampung Kimbim, Distrik Asologaima.

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol. Yusuf Sutejo membenarkan peristiwa tersebut. “Tiga pegawai berstatus ASN tewas. Mereka yakni WB (24), AR (49) yang merupakan Kabid Peternakan, serta AAM (35),” katanya.

Korban AR (49) adalah Aprida Rapi. Dua korban lainnya adalah Wili Mbuik dan Alfonsius Albinus Meha (35).

Saat ini aparat gabungan masih melakukan pengejaran terhadap para pelaku. Polisi menyebut telah mengantongi identitas delapan terduga pelaku.

Selamat jalan, Sang Pengabdi. Pengabdianmu akan selalu dikenang.(Yohanis Battung)


jasa pembuatan website

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.