Isu Kekeringan Sawah di Pinrang Viral Dinas TPH Pastikan Kondisi Aman dan Sudah Mitigasi

oleh -87 Dilihat

Media Humas Polri // Sulsel

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Kabupaten Pinrang, Andi Sinapati Rudy, membantah kabar viral di media sosial terkait ancaman kekeringan parah yang melanda areal persawahan di wilayahnya. Pihaknya menegaskan telah bergerak cepat melakukan langkah mitigasi bahkan sebelum informasi tersebut menyebar luas.

Pernyataan resmi ini disampaikan pada Jumat (10/7/2026), sebagai klarifikasi atas pemberitaan yang menyebut sejumlah sawah di Pinrang terancam kekeringan. Berdasarkan hasil monitoring langsung tim lapangan di Kecamatan Lanrisang, khususnya Desa Amassangang dan Desa Mallongi-Longi, klaim kekeringan ekstrem seperti dalam berita tersebut tidak ditemukan.

Meluruskan Kekeliruan Data Wilayah,

Selain membantah dampak kekeringan, Andi Sinapati juga meluruskan kekeliruan data administrasi dalam pemberitaan yang beredar.

“Tidak terdapat Dusun Kanari di Desa Labalakang. Lokasi yang benar adalah Dusun Labakang di Desa Amassangang, serta Dusun Kanarie di Desa Mallongi-Longi, Kecamatan Lanrisang,” jelas Andi Sinapati.

Langkah Nyata Antisipasi Kekeringan

Meski kondisi di lapangan masih aman, Dinas TPH Pinrang tidak tinggal diam. Sejumlah langkah antisipasi telah disiapkan untuk menekan potensi dampak musim kemarau, antara lain:

“Mengusulkan penggalian saluran irigasi tersier sepanjang kurang lebih 600 meter.

Bantuan Alsin. Menyalurkan bantuan pompa air kepada kelompok tani di zona yang berpotensi terdampak.”

Berkoordinasi intensif dengan Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi (SDABK) untuk memantau pasokan air.

Tim dari SDABK bersama penyuluh pertanian dan kepala Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) juga telah menyisir wilayah lain yang rawan, seperti Desa Salipolo dan Desa Tanra Tuo (Kecamatan Cempa), serta Desa Mattiro Tasi (Kecamatan Mattiro Sompe).

Hasil pantauan menunjukkan efek kemarau belum signifikan. Kondisi ini berhasil terjaga berkat percepatan program irigasi perpompaan yang merupakan kolaborasi antara Kementerian Pertanian dan Pemerintah Daerah, demi menyelamatkan musim tanam kali ini.

Pemerintah Kabupaten Pinrang, memastikan akan terus melakukan pengawasan berkala secara tepat sasaran. Masyarakat, khususnya para petani, diimbau agar tetap tenang dan tidak mudah memercayai informasi media sosial yang belum terverifikasi tanpa melihat fakta riil di lapangan.(Sukri)


jasa pembuatan website

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.