Judi Sabung Ayam Kembali Marak Di Tana Toraja Polres Hanya Datang Bubarkan Kapolres Dianggap Gagal Tegakkan Hukum 

oleh -372 Dilihat

Media Humas Polri //Sulsel

Pemberantasan judi di Tana Toraja dipertanyakan, bahkan dinilai lumpuh. Buktinya, praktik judi sabung ayam bisa berlangsung dua hari berturut-turut di jantung wilayah hukum Polres Tana Toraja, dan polisi hanya datang untuk membubarkan.arena judi buka di Sangalla,Dibubarkan.

arena yang sama pindah ke Kamali Pentalluan,Dibubarkan lagi arena judi di rembon di bubarkan.

Polanya berulang: Buka – Main – Dibubarkan – Selesai. Tanpa tersangka. Tanpa barang bukti. Tanpa proses hukum.

Publik pun bertanya keras: Untuk apa pembubaran jika tidak ada penegakan hukum?

Logikanya sederhana. Jika aparat mampu membubarkan di setiap lokasi berbeda, artinya aparat tahu persis di mana lokasinya, siapa yang kumpul, dan siapa penyelenggaranya. Pertanyaannya, mengapa tidak satu pun ditangkap?

“Ini bukan penindakan, ini pertunjukan. Kalau memang mau diberantas, tangkap bandarnya, sita ayamnya, proses hukumnya. Kalau cuma disuruh pulang, sama saja negara memberi izin judi tumbuh subur di Tana Toraja,” kecam warga dengan nada keras.

Praktik pembiaran semacam ini berbahaya. Pasal 303 KUHP sudah jelas mengancam pelaku perjudian dengan 10 tahun penjara. Ketika hukum hanya berhenti di kata “bubarkan”, maka hukum itu sendiri yang sedang dipermainkan di depan mata masyarakat.

Masyarakat Toraja yang menjunjung tinggi adat dan ketertiban kini merasa dikhianati. Mereka tidak butuh laporan polisi yang berisi kata “sudah dibubarkan”. Mereka butuh bukti, siapa otak di balik arena judi yang bisa beroperasi dua hari beruntun itu.

Karena itu, desakan kini mengeras kepada Kapolres Tana Toraja. Jangan berlindung di balik alasan pembubaran.

Tindak tegas. Tetapkan tersangka. Bongkar jaringan bandarnya.

Jika Polres Tana Toraja tidak mampu, publik mendesak Kapolda Sulsel turun tangan mengevaluasi kinerja pemberantasan judi di wilayah tersebut.

Hingga berita ini tayang, Kapolres Tana Toraja belum memberikan jawaban atas pertanyaan kritis publik: Mengapa penindakan judi sabung ayam di Sangalla dan Kamali Pentalluan hanya berhenti pada pembubaran?

(Yohanis)


jasa pembuatan website

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.