Media Humas Polri//Sulteng
Banggai — Akses jalan utama Trans-Sulawesi di Desa Lamo, Kecamatan Batui, Kabupaten Banggai, mengalami lumpuh mendadak akibat aksi unjuk rasa yang digelar oleh aliansi masyarakat dan pencari kerja lokal pada Kamis (30/7/2026). Massa memprotes sistem perekrutan tenaga kerja oleh pihak subkontraktor yang beroperasi di kawasan industri vital nasional PT Donggi-Senoro LNG (DSLNG).
Aksi yang berlangsung sejak pagi hari tersebut diwarnai dengan pemblokiran badan jalan dan pembakaran ban bekas. Berdasarkan rekaman video yang beredar luas di media sosial, termasuk unggahan akun Facebook Rayung Sirajong, kobaran api dan kepulan asap hitam pekat terlihat membubung tinggi tepat di tengah jalan di depan gerai Alfamidi Desa Lamo.
Akibat aksi bakar ban dan pemblokiran ini, puluhan kendaraan roda dua dan roda empat terjebak dalam antrean panjang. Sejumlah pengendara tampak harus bersusah payah mencari celah dan bernegosiasi dengan pengunjuk rasa demi bisa meloloskan kendaraan mereka dari kepungan massa serta kobaran api.
Menuntut Transparansi dan Kuota Lokal
A.Koordinator lapangan aksi menyatakan bahwa unjuk rasa ini dipicu oleh kekecewaan mendalam masyarakat lingkar industri terhadap mekanisme rekrutmen tenaga kerja yang dilakukan oleh PT Buma selaku mitra kerja di area Donggi-Senoro LNG. Pihak demonstran menilai proses perekrutan selama ini tidak transparan dan cenderung mengabaikan kedaulatan pekerja lokal.
“Kami menuntut adanya evaluasi total terhadap seluruh subkontraktor di Batui. Selama ini masyarakat lokal hanya menjadi penonton di tanah sendiri, sementara peluang kerja justru diisi oleh tenaga kerja dari luar daerah tanpa proses seleksi yang adil,” ujar salah satu perwakilan massa dalam orasinya di depan titik pembakaran ban.
Massa mendesak Pemerintah Kecamatan Batui dan manajemen perusahaan segera duduk bersama untuk melakukan mediasi guna merevisi kebijakan rekrutmen agar lebih berpihak pada asas keadilan bagi warga lokal, guna mencegah potensi konflik sosial yang lebih luas.
Pengamanan dan Pengalihan Arus
B.Guna mengantisipasi eskalasi situasi, aparat keamanan gabungan dari Kepolisian Sektor (Polsek) Batui dan Koramil setempat langsung diterjunkan ke lokasi kejadian. Petugas berupaya melakukan pengamanan humanis, mengantisipasi agar api dari pembakaran ban tidak meluas ke bangunan sekitar toko modern tersebut, sekaligus bernegosiasi dengan massa aksi agar membuka sebagian akses jalan demi kelancaran fasilitas umum.
Hingga berita ini ditayangkan,situasi di lokasi kejadian dilaporkan sudah kondusif.Sisa-sisa pembakaran ban sudah dibersihkan dari badan jalan dan arus lalu lintas di jalur Trans Sulawesi Desa Lamo kini sudah normal kembali.Kendaraan dari kedua arah sudah dapat melintas dengan lancar.
Sementara itu, pihak manajemen PT Buma maupun perwakilan PT Donggi-Senoro LNG belum memberikan rilis resmi terkait tuntutan massa. Media ini masih terus berupaya menghubungi pihak terkait guna mendapatkan konfirmasi dan hak jawab berimbang atas tudingan ketidaktransparanan rekrutmen tersebut.
( Agus )









