Do’a untuk Negeri Kapolres Sigi Mari Merajut Kebhinnekaan dalam Bingkai Kebersamaan dan Persatuan

oleh -51 Dilihat

Media Humas Polri// SIGI

Jika para pahlawan memperjuangkan kemerdekaan dengan pengorbanan, maka generasi hari ini menjaganya dengan persatuan, pengabdian, dan doa. Semangat tersebut tercermin dalam Do’a Bersama untuk Bangsa dan Negara dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, yang dihadiri Kapolres Sigi AKBP Kari Amsah Ritonga, S.H., S.I.K., M.H., di Lapangan Sepakbola Dusun 3 Patambaya, Desa Kalora, Kecamatan Kinovaro, Sabtu (8/8/2026) sore, sekaligus menjadi momentum untuk merajut kebhinnekaan dalam bingkai kebersamaan dan persatuan

Dengan tema “Cinta Tanah Air Sebagian dari Iman, Bersatu Kita Teguh, Bercerai Kita Runtuh, Negara Kesatuan Republik Indonesia”, kegiatan berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan. Do’a bersama dipimpin Habib Muhammad Sholeh Bin Abubakar Alaydrus, Pimpinan Majelis Dzikir Nurul Khairat, serta dihadiri unsur Forkopimda Kabupaten Sigi, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan ratusan jamaah.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Sigi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan kebhinnekaan sebagai kekuatan dalam mempererat kebersamaan dan persatuan, sekaligus menjaga keutuhan bangsa.

Kapolres juga menegaskan bahwa membangun bangsa sesungguhnya dimulai dari keluarga. Peran keluarga, khususnya seorang ibu, menjadi bagian penting dalam menanamkan nilai agama, akhlak, cinta tanah air, dan kepedulian kepada generasi penerus. “Dalam membangun bangsa sesungguhnya juga dimulai dari membangun keluarga, dan membangun keluarga tidak terlepas dari peran besar seorang ibu,” ujar Kapolres.

Ia kemudian mengajak masyarakat menjadikan Majelis Dzikir dan momentum kemerdekaan sebagai sarana memperkuat persaudaraan sekaligus meneguhkan komitmen bersama dalam menjaga persatuan dan keamanan bangsa. “Melalui Majelis Dzikir mari kita jadikan momentum kemerdekaan ini sebagai penguat semangat untuk terus menjaga persatuan dan keamanan bangsa. Dirgahayu Republik Indonesia ke-81. Merdeka, merdeka, merdeka,” tegasnya.

Kegiatan tersebut menjadi refleksi bahwa kebhinnekaan bukan alasan untuk terpecah, melainkan kekuatan untuk bersatu dalam menjaga Indonesia tetap aman, damai, dan kokoh dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.( AGUS )


jasa pembuatan website

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.