Kapolres Kotamobagu Terjunkan Tim Patroli Presisi dan URC Sisir SPBU Pastikan Penyaluran Pertalite Tertib

oleh -19 Dilihat

Media Humas Polri// Sulut

Menanggapi aduan masyarakat melalui layanan Call Center 110 terkait dugaan penyalahgunaan serta antrean panjang penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite, jajaran Polres Kotamobagu langsung mengambil langkah cepat dan responsif. Tim Pantera Presisi bersama Unit Reaksi Cepat (URC) diturunkan langsung ke sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah hukum Polres Kotamobagu pada Sabtu (5/9/2026).

Patroli yang dipimpin oleh Kabag Ops AKP Rusdin Zima, S.E. ini dilakukan sebagai langkah taktis untuk mengecek situasi lapangan secara menyeluruh sekaligus berkoordinasi dengan pihak Pertamina. Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, penumpukan kendaraan yang memicu antrean panjang terjadi akibat keterlambatan pasokan yang terhambat faktor cuaca, di tengah tingginya mobilitas masyarakat. Kondisi tersebut berdampak pada meningkatnya volume antrean kendaraan di lima SPBU yang ada di wilayah Kotamobagu.

Meskipun terjadi peningkatan antrean, kehadiran personel Polres Kotamobagu memastikan seluruh proses pengisian BBM berjalan tertib. Polisi juga melakukan pengaturan lalu lintas secara intensif sehingga antrean kendaraan tidak sampai mengganggu kelancaran arus lalu lintas jalan umum maupun memicu potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Kapolres Kotamobagu, AKBP Abdul Kholik, menegaskan bahwa Polres Kotamobagu berkomitmen penuh untuk merespons setiap keluhan masyarakat, terutama yang menyangkut pelayanan publik dan kebutuhan dasar warga. Pihaknya bersama instansi terkait akan terus memperketat pengawasan dan monitoring di seluruh SPBU guna mengantisipasi praktik penimbunan maupun penyalahgunaan distribusi BBM.

“Dari hasil pantauan di lapangan, penumpukan kendaraan terjadi akibat keterlambatan pengiriman yang dipengaruhi faktor cuaca. Selain itu, kuota BBM sebenarnya telah disalurkan hingga melebihi batas, yakni mencapai 109 persen. Sejak Januari hingga Agustus, alokasi kuota untuk satu tahun tidak mengalami perubahan dan dinilai sudah mencukupi. Namun, tingginya mobilitas serta padatnya aktivitas masyarakat menjadi penyebab utama terjadinya antrean panjang di SPBU,” ujar Kapolres.

Kami akan terus melakukan pengawasan ketat secara berkala. Apabila ditemukan adanya indikasi penyalahgunaan dalam penyaluran BBM, kami pastikan akan menindak tegas sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tegas AKBP Abdul Kholik.

Lebih lanjut, Kapolres mengimbau seluruh lapisan masyarakat agar tetap tenang, tidak panic buying, membeli bbm sesuai kebutuhan serta selalu tertib saat mengantre di SPBU. Langkah gerak cepat Tim Pantera Presisi dan URC ini menjadi bukti nyata kesiapsiagaan Polres Kotamobagu dalam menghadirkan rasa aman, menjaga kondusivitas wilayah, serta memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

(Rusfandi)


jasa pembuatan website

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.