Kepercayaan Publik Jadi Tolok Ukur Baru Kapolda Sumsel Dorong Kinerja Lapangan dan Publikasi Berjalan Beriringan

oleh -33 Dilihat

Media Humas Polri//Sumsel

Kepolisian Daerah Sumatera Selatan menegaskan transformasi menuju era baru policing yang menempatkan pencegahan kejahatan, pengambilan keputusan berbasis data, dan penguatan kepercayaan publik sebagai indikator utama keberhasilan institusi. Penegasan tersebut disampaikan Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., saat memimpin Gelar Operasional (Analisa dan Evaluasi Situasi Kamtibmas) Triwulan II Tahun Anggaran 2026 di Mapolres Pagar Alam, Kamis (30/7/2026).

Gelar Operasional yang dimulai pukul 10.00 WIB tersebut diikuti para Pejabat Utama Polda Sumsel, seluruh Kapolres/ta jajaran, serta Kepala Satuan Kerja Polda Sumsel secara langsung maupun melalui sarana virtual. Forum ini menjadi instrumen strategis untuk mengevaluasi capaian kinerja seluruh fungsi kepolisian sekaligus menyusun langkah antisipatif menghadapi dinamika keamanan pada Triwulan III Tahun 2026.

Evaluasi yang dilakukan meliputi perkembangan situasi kamtibmas, pengungkapan tindak pidana, penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), pelaksanaan Program Ketahanan Pangan, pembangunan Jembatan Merah Putih, Program Belida (Bersih Lingkungan dan Asri), hingga optimalisasi publikasi melalui SPIT Media Hub dan Polri TV. Seluruh indikator tersebut merupakan implementasi Polri Presisi yang mendukung program prioritas Presiden Republik Indonesia melalui tata kelola keamanan yang berbasis data, deteksi dini, dan pelayanan publik yang semakin profesional.

Berdasarkan hasil Analisa dan Evaluasi Situasi Kamtibmas Triwulan II Tahun 2026, Polda Sumatera Selatan menangani sebanyak 7.572 tindak pidana dengan penyelesaian perkara mencapai 4.392 kasus atau 58 persen. Persentase tersebut meningkat signifikan dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang berada pada angka 37,55 persen. Gangguan kamtibmas yang masih mendominasi meliputi pencurian dengan pemberatan (Curat), penyalahgunaan narkoba, pencurian kendaraan bermotor (Curanmor), dan pencurian dengan kekerasan (Curas).

Dalam arahannya, Kapolda Sumatera Selatan menegaskan bahwa paradigma keberhasilan Polri telah berubah. Menurutnya, institusi kepolisian tidak lagi semata-mata mengejar tingginya angka pengungkapan perkara, tetapi lebih mengutamakan kemampuan mencegah kejahatan sebelum terjadi.

“Mengungkap kejahatan adalah prestasi, namun mencegahnya terjadi adalah kemuliaan sejati. Oleh karena itu seluruh jajaran harus memperkuat fungsi preemtif dan preventif, mengoptimalkan deteksi dini, serta memanfaatkan data sebagai dasar pengambilan keputusan sehingga setiap potensi gangguan keamanan dapat diantisipasi sebelum berkembang menjadi tindak pidana,” tegas Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum.

Selain mengevaluasi situasi kamtibmas, Kapolda juga memaparkan berbagai capaian program prioritas Polda Sumsel. Pada bidang penanggulangan Karhutla, luas lahan terbakar berhasil ditekan hingga sekitar 60 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Di sektor Ketahanan Pangan, realisasi penanaman telah mencapai 86,31 persen dari total potensi lahan yang tersedia.

Sementara itu, pembangunan Program Jembatan Merah Putih telah menyelesaikan 74 unit dari target 81 unit. Adapun Program Belida (Bersih Lingkungan dan Asri) telah dilaksanakan di 4.873 titik dengan melibatkan 89.943 personel gabungan Polri, TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat.

Kapolda meminta seluruh satuan kerja dan satuan wilayah yang capaian programnya masih belum optimal agar segera melakukan percepatan.

“Perluas titik kegiatan, tingkatkan pelibatan personel secara merata, dan pastikan seluruh program prioritas memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Setiap capaian harus dapat diukur, dievaluasi, dan terus ditingkatkan,” ujar Kapolda.

Sebagai penanggung jawab pelaksanaan Gelar Operasional, Karo Ops Polda Sumatera Selatan Kombes Pol. Muhammad Anis Prasetio Santoso, S.I.K., M.Si., menjelaskan bahwa seluruh data yang dipaparkan merupakan hasil pemutakhiran secara berkelanjutan dari seluruh satuan kerja dan satuan wilayah jajaran Polda Sumsel.

“Data yang kami sajikan hari ini merupakan hasil kerja seluruh jajaran mulai dari tingkat Polsek, Polres hingga Polda. Gelar Operasional menjadi instrumen penting untuk memastikan setiap program prioritas berjalan sesuai target, berbasis data yang valid, serta menjadi dasar bagi pimpinan dalam menetapkan kebijakan yang tepat sasaran,” ujar Kombes Pol. Muhammad Anis Prasetio Santoso, S.I.K., M.Si.

Ia menambahkan bahwa Karo Ops akan terus memperkuat sistem monitoring dan evaluasi agar seluruh satuan kerja mampu meningkatkan kualitas pelaksanaan program, memperkuat validitas data, serta mempercepat pencapaian target yang telah ditetapkan.

Kapolda Sumatera Selatan juga memberikan perhatian khusus terhadap pentingnya publikasi kegiatan kepolisian melalui SPIT Media Hub dan Polri TV. Menurutnya, setiap kegiatan operasional maupun pembinaan harus terdokumentasi dan dipublikasikan secara profesional sebagai bentuk transparansi, akuntabilitas, sekaligus upaya membangun kepercayaan publik terhadap institusi Polri.

Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa arahan Kapolda dalam Gelar Operasional menjadi pedoman bagi seluruh jajaran dalam membangun budaya kerja yang profesional, transparan, adaptif, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.

“Kami berkomitmen mendukung penuh program pemerintah demi kesejahteraan masyarakat. Arahan Bapak Kapolda menjadi landasan bagi seluruh jajaran untuk memperkuat pencegahan kejahatan, meningkatkan kualitas pelayanan publik, mengoptimalkan publikasi kegiatan positif kepolisian, serta membangun komunikasi yang terbuka sehingga kepercayaan masyarakat terhadap Polri terus meningkat,” ujar Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H.

Ia menambahkan bahwa semangat evaluasi dan perbaikan berkelanjutan tersebut selaras dengan tagline Kapolda Sumatera Selatan, “Sudahkah Anda Berbuat Baik Hari Ini?”, yang terus ditanamkan kepada seluruh personel sebagai budaya kerja dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Melalui Gelar Operasional Triwulan II Tahun Anggaran 2026, Polda Sumatera Selatan kembali menegaskan komitmennya untuk menghadirkan institusi kepolisian yang semakin Presisi, profesional, modern, transparan, dan dipercaya masyarakat. Transformasi menuju era baru policing yang mengedepankan pencegahan kejahatan, penguatan sistem berbasis data, deteksi dini, serta keterbukaan informasi menjadi fondasi utama dalam menjaga stabilitas kamtibmas, mendukung program prioritas Presiden Republik Indonesia, dan mewujudkan Sumatera Selatan yang aman, produktif, serta semakin sejahtera.

(Alen)


jasa pembuatan website

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.