Media Humas Polri//MUSI RAWAS
Diduga kendalikan peredaran narkotika jenis shabu dari Pondok di perkebunan kelapa sawit. Pengedar narkotika inisial AH (46) warga Desa Bingin Jungut, Kecamatan Muara Kelingi, Kabupaten Musi Rawas ditangkap Tim Elang Musi Sat Narkoba Polres Musi Rawas Polda Sumatera Selatan.
Pelaku diamankan di sebuah pondok di perkebunan kelapa sawit di Desa Bingin Jungut, Kecamatan Muara Kelingi, Rabu (5/8/2026) sekitar pukul 18.30 wib.
Dari hasil penggeledahan, polisi menemukan tujuh klip plastik bening berisi sabu dengan berat bruto 4,64 gram. Petugas juga menyita satu unit timbangan digital warna hitam silver, satu pipet plastik yang diduga digunakan sebagai sekop sabu, satu dompet kecil warna cokelat, puluhan klip plastik kosong yang diduga untuk mengemas sabu siap edar, serta uang tunai Rp600.000 yang diduga hasil transaksi narkotika.
Polisi kemudian melakukan tes urine terhadap tersangka dan hasilnya menunjukkan positif mengandung metamfetamina. Tersangka beserta seluruh barang bukti telah dibawa ke Mapolres Musi Rawas untuk menjalani pemeriksaan dan penyidikan lebih lanjut.
Pengungkapan kasus ini berawal dari laporan masyarakat yang mencurigai adanya aktivitas transaksi narkotika di sebuah pondok di area perkebunan sawit, Desa Bingin Jungut, Kecamatan Muara Kelingi.
Menindaklanjuti informasi tersebut, Kapolres Musi Rawas AKBP Agung Adhitya Prananta, S.H., S.I.K., M.H., CPHR. melalui Kasat Reserse Narkoba memerintahkan Tim Elang Musi melakukan penyelidikan secara intensif.
Penyidik menjerat AH dengan Pasal 114 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika atau Pasal 609 ayat (1) huruf a Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana juncto Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana.
Kapolres Musi Rawas AKBP Agung Adhitya Prananta menegaskan pengungkapan tersebut merupakan bagian dari komitmen Polres Musi Rawas dalam mendukung program Polda Sumatera Selatan memberantas jaringan peredaran gelap narkotika hingga ke wilayah pedesaan.
“Kami tidak akan memberikan ruang bagi pelaku peredaran narkotika di wilayah hukum Polres Musi Rawas. Setiap informasi dari masyarakat akan kami tindak lanjuti secara cepat dan profesional sebagai bentuk perlindungan kepada masyarakat dari bahaya narkoba,” tegasnya. (7/8/)
Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H. mengapresiasi partisipasi masyarakat yang aktif memberikan informasi kepada kepolisian. Menurutnya, sinergi antara masyarakat dan aparat menjadi kunci dalam mempersempit ruang gerak jaringan narkotika.
“Polda Sumatera Selatan berkomitmen untuk terus memberantas peredaran gelap narkotika secara tegas, profesional, dan berkelanjutan. Tidak ada ruang bagi pelaku kejahatan narkotika yang merusak masa depan generasi bangsa di wilayah hukum Polda Sumatera Selatan,” ujar Nandang.
Polda Sumatera Selatan juga mengimbau masyarakat agar tidak ragu melaporkan setiap aktivitas yang diduga berkaitan dengan penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkotika. Peran aktif masyarakat dinilai menjadi bagian penting dalam menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang aman, nyaman, dan kondusif di Sumatera Selatan. (Zainuri)









