Dari Kotapinang Menjadi Jenderal Bintang Dua Naek Pamen Simanjuntak Pulang Menjemput Kenangan

oleh -7 Dilihat

Mediahumaspolri.com // Kotapinang, Labuhanbatu Selatan

Waktu boleh memisahkan seseorang dari tanah kelahirannya selama puluhan tahun, tetapi kenangan tentang tempat pertama kali menghirup udara kehidupan tak selalu lekang oleh zaman. Itulah yang tergambar ketika Irjen Pol Naek Pamen Simanjuntak kembali menginjakkan kaki di Kotapinang, Kabupaten Labuhanbatu Selatan, untuk mengenang kampung halaman yang telah ditinggalkannya lebih dari setengah abad silam.

Kepulangan jenderal polisi berbintang dua tersebut bukan sekadar kunjungan biasa. Di balik perjalanan hidup dan pengabdiannya sebagai perwira tinggi Polri, tersimpan kenangan masa kecil tentang Kotapinang, daerah yang dahulu menjadi tempat ia dilahirkan sebelum akhirnya harus meninggalkannya bersama keluarga.

Irjen Pol Naek Pamen Simanjuntak menuturkan, dirinya bersama keluarga meninggalkan Kotapinang ketika masih kecil karena sang ayah, seorang perwira menengah Polri yang kala itu bertugas sebagai Komandan Distrik (Dandis), mendapat penugasan ke daerah lain.

Perpindahan tugas sang ayah membuat perjalanan hidup keluarganya berlanjut ke tempat yang berbeda. Namun, meskipun puluhan tahun telah berlalu, Kotapinang tetap memiliki tempat tersendiri dalam ingatannya.

“Saya ke Kotapinang mau mengenang dan melihat tempat kelahiran saya. Dulu saya lahir di sini,” tuturnya sembari menunjuk lokasi yang dahulu menjadi tapak rumahnya.

Dengan senyum kecil, ia mengenang masa ketika masih kanak-kanak dan belum memahami bahwa suatu hari perjalanan hidup akan membawanya jauh dari tanah kelahirannya tersebut.

*Rumah Telah Tiada, Kenangan Tetap Hidup*

Waktu telah mengubah wajah Kotapinang. Rumah yang dahulu menjadi bagian dari awal kehidupannya kini tidak lagi berdiri. Yang tersisa hanyalah kenangan tentang tempat yang pernah menjadi saksi awal perjalanan hidupnya.

Namun, hilangnya bangunan itu tidak menghapus kebahagiaannya saat kembali berkunjung. Justru, kesempatan untuk melihat kembali tanah kelahirannya menjadi pengalaman emosional yang berarti bagi dirinya.

“Walaupun sekarang rumah itu sudah tidak ada lagi, hanya tinggal kenangannya, tetapi saya sangat bahagia bisa ke Kotapinang ini melihat bagaimana kehidupan di tanah kelahiran saya,” ujarnya.

Ungkapan tersebut menggambarkan bahwa hubungan seseorang dengan kampung halaman tidak semata-mata ditentukan oleh keberadaan rumah atau bangunan yang pernah ditempatinya. Ada sejarah keluarga, kenangan masa kecil, dan ikatan batin yang tetap melekat meskipun waktu terus berjalan.

*Kotapinang, Bagian dari Perjalanan Hidup*

Kepulangan Irjen Pol Naek Pamen Simanjuntak menghadirkan kisah tentang arti sebuah tempat dalam perjalanan hidup seseorang. Dari sebuah daerah yang menjadi saksi kelahirannya, ia menjalani kehidupan dan pengabdian yang membawanya menjadi seorang jenderal polisi.

Lebih dari 50 tahun meninggalkan Kotapinang tidak membuatnya melupakan tempat tersebut. Sebaliknya, kunjungan ini menjadi kesempatan untuk kembali menyentuh kenangan lama sekaligus melihat perubahan kehidupan di daerah yang dahulu dikenalnya

Bagi masyarakat Kotapinang, kisah ini menjadi pengingat bahwa tanah kelahiran bukan hanya titik awal seseorang memulai kehidupan, melainkan juga bagian dari identitas dan sejarah pribadi yang akan selalu dibawa ke mana pun langkah membawanya

Sebab, sejauh apa pun seseorang melangkah dan setinggi apa pun pencapaian yang diraih, ada kenangan yang selalu memanggilnya pulang. Dan bagi Irjen Pol Naek Pamen Simanjuntak, salah satu tempat itu adalah Kotapinang.

(M.Y.K.Simanjuntak)


jasa pembuatan website

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.