Dorong Unpar Jadi World Class University Kepala BPOM Gaungkan Neuroscience Leadership dan AI

oleh -18 Dilihat

Media Humas Polri Info // Bandung

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, Prof. Dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., Ph.D., mengajak perguruan tinggi di Indonesia melakukan lompatan besar menuju World Class University.

Langkah strategis ini dilakukan melalui penguasaan teknologi, kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), serta penerapan kepemimpinan berbasis neurosains (Neuroscience Leadership).

Pesan tersebut disampaikan Taruna, saat memberikan kuliah umum yang dihadiri ratusan guru besar, dosen, dan mahasiswa di Auditorium Universitas Katolik Parahyangan (Unpar), Bandung, Jumat (16/10/2026).

Dalam paparannya, Taruna menegaskan bahwa era keterbukaan informasi dan kehadiran AI, telah mengubah lanskap pendidikan tinggi secara drastis. Kampus tidak boleh lagi sekadar menjadi tempat transfer ilmu, melainkan harus bertransformasi menjadi pusat lahirnya inovator dan generasi unggul berskala internasional.

Guna mencapai hal tersebut, ia mengenalkan pendekatan Neuroscience Leadership—sebuah konsep kepemimpinan yang memanfaatkan pemahaman cara kerja otak dalam proses berpikir, mengelola emosi, dan mengambil keputusan.

Bagi Mahasiswa Pendekatan ini membantu mengenali potensi, minat, dan bakat secara lebih terarah. Sementara bagi Dosen, Membantu merancang metode pembelajaran yang adaptif, kreatif, dan efektif.

Untuk pemanfaatan AI harus diimbangi dengan penguatan kemampuan berpikir kritis, etika, dan karakter kepemimpinan agar mampu menciptakan solusi nyata bagi masyarakat dunia.

Selain transformasi kepemimpinan dan AI, Taruna menekankan pentingnya kolaborasi ABG (Academia, Business, Government) untuk mendukung pembangunan nasional dan program prioritas Pemerintah.

Salah satu bentuk konkret sinergi ABG yang disinggung adalah, keterlibatan BPOM bersama Badan Gizi Nasional (BGN) dalam mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) era Presiden Prabowo Subianto.

BPOM bertugas memastikan pengawasan, pengujian, dan keamanan gizi pangan dari hulu ke hilir.

 

erguruan tinggi pun diajak berkontribusi aktif melalui riset keamanan pangan, inovasi teknologi pengawasan, hingga edukasi gizi berbasis sains demi menyongsong Indonesia Emas 2045.

Kunjungan kerja Kepala BPOM RI ke Unpar, turut didampingi oleh jajaran Pejabat Eselon I, II, dan III di lingkungan BPOM RI sebagai bentuk penguatan sinergi antara regulator dan dunia akademis.

“Masa depan bangsa tidak cukup dibangun oleh orang-orang yang memiliki pengetahuan. Kita membutuhkan manusia yang terus belajar, berani berinovasi, mampu berkolaborasi, dan siap menghadapi perubahan. Jika ingin menjadi pemain dunia, kita harus mulai membangun kualitas kelas dunia dari diri kita sendiri,” pangkas Taruna menutup kuliah umumnya.

(Sukri)


jasa pembuatan website

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.