Pemkab Simalungun Jadi Tuan Rumah Launching Pemutakhiran Data Keluarga Provinsi Sumatera Utara di Aplikasi SIGA Tahun 2026

oleh -82 Dilihat

Media Humas Polri //Simalungun

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simalungun menjadi tuan rumah pelaksanaan Launching kegiatan Pemutakhiran Data Keluarga melalui Aplikasi SIGA (Sistem Informasi Keluarga) Tahun 2026 Provinsi Sumatera Utara.

Kegiatan ini berlangsung serentak secara nasional, dimulai tanggal 20 Agustus hingga 20 September 2026. Sedangkan acara launching Prov. Sumut dipusatkan di Kantor Pangulu Nagori Marubun Jaya, Kecamatan Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Kamis (20/08/2026).

Acara diawali dengan penyanyian Lagu Indonesia Raya dan Mars Keluarga Berencana, dilanjutkan dengan pembacaan doa. Turut hadir dalam kegiatan ini Kapolsek Tanah Jawa Kompol Banuara Manurung, perwakilan Danramil Tanah Jawa Sertu Misno, Pangulu Marubun Jaya M. Raya Purba, Korwil Balai Penyuluhan KB, Penyuluh KB dari empat kecamatan, serta para kader pemutakhiran data.

Camat Tanah Jawa, Andi Supandri, dalam sambutannya menyampaikan selamat datang dan dukungan penuh pihak kecamatan kepada seluruh kader yang akan melaksanakan tugas pendataan.

“Mudah-mudahan para kader dapat melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya, dan kami pihak kecamatan memberikan dukungan penuh untuk mensukseskan pendataan keluarga yang akan dilaksanakan,” ujar Andi.

Bupati Simalungun diwakili oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra, Albert R. Saragih, yang membacakan sambutan tertulis Bupati mengucapan terima kasih kepada seluruh kader KB di kecamatan yang merupakan ujung tombak pelaksanaan pemutakhiran data ini.

“Marilah kita jadikan momentum ini untuk terus meningkatkan kinerja dan pengabdian kepada masyarakat. Kita harus belajar berinovasi untuk mengatasi berbagai permasalahan,”ujarnya

Albert menyampaikan, saat ini kita bekerjasama mendukung program pemerintah yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat, termasuk penanganan stunting. Oleh karena itu, dalam pemutakhiran ini diharapkan kita dapat menemukan permasalahan yang ada dan bersama-sama mendapatkan solusinya.

Lebih lanjut Albert berpesan agar pemutakhiran data keluarga dilakukan secara jujur dan benar-benar turun ke lapangan, karena data yang dikumpulkan bukan sekadar angka, melainkan dasar untuk tindak lanjut program ke depan.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga) / BKKBN Provinsi Sumatera Utara, Dr. Mahyuzar, menyampaikan bahwa momen ini sangat istimewa karena launching ini bukan hanya untuk Simalungun, melainkan untuk seluruh Provinsi Sumatera Utara.

“Launching pemutakhiran data ini dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia, dan untuk Provinsi Sumatera Utara, launching-nya dilaksanakan di Kabupaten Simalungun,” ungkap Dr. Mahyuzar.

Metode yang digunakan dalam pendataan ini adalah CAPI (Computer-Assisted Personal Interviewing), yang memudahkan kader dalam mendata secara digital.

Menurutnya, kader berperan sebagai enumerator, dengan tujuan memperbaharui data keluarga hingga tahun 2026, berfokus pada validitas dan akurasi data untuk mendukung program pembangunan keluarga serta penanganan stunting.

Untuk Kabupaten Simalungun, kegiatan ini mencakup 4 Kecamatan, yaitu Tanah Jawa, Dolok Batu Nanggar, Girsang Sipangan Bolon, dan Bandar, dengan total 20 Nagori dan 200 Kepala Keluarga sebagai sampel data. Dr. Mahyuzar juga berharap di masa mendatang kegiatan ini dapat diperluas ke seluruh kecamatan di Kabupaten Simalungun.

Data yang dikumpulkan terbagi menjadi tiga blok utama: data kependudukan, data keluarga berencana, dan indikator pembangunan keluarga.

Data kependudukan BKKBN sejak tahun 2021 telah tersinkronisasi dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil menggunakan NIK, sedangkan indikator pembangunan keluarga mencakup kondisi rumah yang datanya terintegrasi dengan data Kementerian PUPR.

Pemutakhiran data ini dilakukan karena adanya dinamika kependudukan seperti kelahiran, kematian, perpindahan, dan pembentukan keluarga baru. Data tersebut nantinya akan digunakan sebagai dasar pengambilan kebijakan, termasuk penentuan sasaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) 3B, serta identifikasi Keluarga Risiko Stunting (KRS) yang akan dimanfaatkan oleh Dinas Kesehatan.

Setelah masa pendataan selesai pada 20 September 2026, akan dilakukan verifikasi dan validasi data sebelum diumumkan secara nasional. Data ini juga direncanakan untuk diintegrasikan dengan Dinas Kominfo dalam satu sistem dashboard terpadu, sehingga menjadi satu data referensi yang akurat dan terpadu di Kabupaten Simalungun.

Acara ditutup dengan sesi foto bersama dan dilanjutkan dengan kegiatan pendataan langsung ke rumah-rumah masyarakat.

(mare)


jasa pembuatan website

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.