Kapolresta Ambon Gelar Bacarita Kamtibmas par Ambon pung bae Bersama pihak Ekspedisi

oleh -14 Dilihat

Ambon Maluku// Media Humas Polri

Menanggapi sorotan publik terkait aktivitas truk kontainer yang terpantau beroperasi di luar jam ketentuan, Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease mengambil langkah cepat.

Melalui kegiatan bertajuk “Duduk Bacarita Kamtibmas Por Ambon Pung Bae”, Kapolresta P. Ambon & PP Lease, Kombes Pol. Andrias Susanto Nugroho, mengumpulkan para pihak ekspedisi (ALFI/ILFA) untuk menyikapi persoalan jam operasional kontainer yang dinilai kerap memicu kemacetan dan keresahan warga.

Pertemuan informal namun substansial tersebut berlangsung di Jembek Cafe, Sirimau, Kota Ambon, pada Jumat (21/08/2026) sore, dihadiri oleh Kasat Lantas Polresta Ambon AKP Aswan, Kapolsek KPYS Iptu Giovani B.M. Toffy, serta jajaran terkait. Polisi Buka Suara dan Tekankan Kepatuhan Aturan

Dalam forum tersebut, Kombes Pol. Andrias Susanto Nugroho.S.I.K,.M.Si menegaskan kembali terhadap komitmen kepolisian dalam mengawal regulasi Walikota Ambon mengenai batasan jam operasional kontainer (pukul 22.00–05.00 WIT). Menanggapi temuan kontainer yang masih beroperasi di luar jam yang ditetapkan, Kapolresta meminta pihak ekspedisi untuk disiplin mematuhi aturan demi keselamatan umum.

“Kami sudah bertemu dengan Pak Walikota Ambon. Pemerintah Kota Ambon dalam waktu dekat akan mengundang pihak ekspedisi dan Dinas Perhubungan (Dishub) duduk bersama untuk mencari solusi komprehensif ku terkait persoalan jam operasional ini,” ujar Andrias.

Senada dengan hal itu, Kasat Lantas AKP Aswas menyoroti dampak lalu lintas akibat aktivitas kontainer di jam sibuk. Pihaknya mengimbau agar para pengusaha tidak membiarkan armada beroperasi di luar waktu yang ditentukan.

“Sebelum beroperasi malam hari, para sopir wajib mengecek kelayakan kendaraan demi menekan risiko kecelakaan. Kami juga menegaskan melarang keras sopir mengemudikan kendaraan dalam pengaruh minuman keras,” imbau AKP Aswan.

Ekspedisi Ungkap Kendala Lapangan

Di sisi lain, pihak pengusaha ekspedisi memanfaatkan ruang dialog tersebut untuk menyampaikan kendala teknis yang memicu keterlambatan dan tumpukan kendaraan di jalan raya.

Perwakilan ekspedisi menjelaskan bahwa operasional sebenarnya telah disesuaikan mulai pukul 22.00 WIT. Namun, lambatnya proses muat kontainer dari lapangan penumpukan ke atas truk oleh pihak Pelindo Ambon sering menjadi pemicu utama keterlambatan.

“Sering kali saat jam operasional tiba, ada jeda akibat jam istirahat petugas Pelindo tanpa ada pergantian shift. Hal ini membuat truk tertahan lama, padahal durasi operasional malam hari sangat terbatas,” ungkap perwakilan ekspedisi.

Selain persoalan pemuatan, pihak ekspedisi juga mengeluhkan kemacetan parah di pintu keluar Pelabuhan sewaktu kapal Pelni bersandar. Pihak ekspedisi berharap dalam pertemuan antara Pemerintah Kota Ambon, Dinas Perhubungan dan perusahaan ekspedisi nantinya turut melibatkan pihak Pelindo, sehingga seluruh pihak dapat duduk bersama dan mencari solusi terkait proses pemuatan kontainer maupun persoalan kemacetan di kawasan pelabuhan.

Pertemuan yang berlangsung hangat tersebut ditutup dengan komitmen bersama untuk menjaga ketertiban lalu lintas dan keamanan wilayah Kota Ambon par Ambon pung Bae.

(OngenLeano)


jasa pembuatan website

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.