Koops TNI Habema Berhasil Evakuasi Jenazah Korban Penembakan di Yahukimo Diserahkan kepada Keluarga

oleh -66 Dilihat

Media Humas Polri//Yahukimo

Papua Pegunungan – Komando Operasi (Koops) TNI Habema berhasil mengevakuasi satu dari tiga jenazah warga sipil korban penembakan yang diduga dilakukan kelompok bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM) Kodap XVI/Yahukimo. Proses evakuasi dilaksanakan pada Jumat (31/7/2026) di wilayah Kali Kolof, Distrik Seradala, Kabupaten Yahukimo.

Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol Inf. M. Wirya Arthadiguna, menjelaskan bahwa jenazah yang berhasil dievakuasi adalah Teina Alya, warga Kampung Unaukam. Korban merupakan salah satu dari tiga warga sipil yang sebelumnya dilaporkan menjadi korban penembakan.

Menurutnya, proses evakuasi dilakukan setelah pihak TNI menerima permohonan resmi dari keluarga korban. Pada 27 Juli 2026, keluarga almarhumah melalui Bison Male selaku Kepala Suku Unaukam sekaligus Kepala Distrik Bomale menyampaikan permohonan bantuan evakuasi kepada TNI melalui Kodim Yahukimo agar jenazah dapat segera dimakamkan sesuai adat dan kepercayaan keluarga.

“Setelah memperoleh informasi mengenai lokasi jenazah di kawasan longsoran Kali Kolof, personel Koops TNI Habema segera menyusun operasi evakuasi dengan mempertimbangkan faktor keamanan, kondisi medan, serta penghormatan terhadap korban dan keluarganya,” ujar Letkol Inf. M. Wirya Arthadiguna.

Berdasarkan hasil pemantauan menggunakan pesawat tanpa awak (drone), jenazah ditemukan berada di dasar longsoran sedalam kurang lebih 50 meter dan berjarak sekitar 100 meter dari lokasi penembakan. Pihak Koops TNI Habema menyatakan temuan tersebut mengindikasikan adanya dugaan upaya menyembunyikan jenazah.

Proses evakuasi berlangsung cukup sulit karena lokasi berada di dasar jurang dengan tebing yang curam. Tim penyelamat harus menggunakan teknik vertical rescue atau rappelling untuk mencapai lokasi jenazah. Sebelum evakuasi dimulai, personel terlebih dahulu mengamankan titik-titik strategis di sekitar lokasi guna memastikan situasi tetap kondusif.

Tiga personel Koops TNI Habema kemudian diturunkan menggunakan tali karmantel menuju dasar jurang. Dengan penuh kehati-hatian, jenazah dimasukkan ke dalam kantong jenazah dan dievakuasi secara bertahap hingga berhasil diangkat ke atas tebing.

Selanjutnya, jenazah dibawa ke RSUD Dekai untuk menjalani penanganan lebih lanjut sebelum diserahkan kepada pihak keluarga, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, tokoh gereja, serta kepala suku guna dimakamkan sesuai adat istiadat dan keyakinan keluarga.

Koops TNI Habema menyatakan keberhasilan operasi tersebut merupakan hasil sinergi antara aparat keamanan, pemerintah daerah, dan masyarakat yang turut membantu proses evakuasi di lapangan.

“Tugas TNI di Papua tidak hanya berkaitan dengan pengamanan wilayah, tetapi juga memastikan masyarakat memperoleh perlindungan dan pelayanan kemanusiaan dalam situasi darurat. Keselamatan masyarakat dan penghormatan terhadap setiap korban tetap menjadi prioritas,” kata Letkol Inf. M. Wirya Arthadiguna.

Koops TNI Habema juga mengimbau seluruh pihak untuk tidak melakukan tindakan kekerasan yang dapat menimbulkan korban jiwa. Setiap persoalan diharapkan dapat diselesaikan melalui cara-cara damai guna menjaga stabilitas keamanan, mendukung pembangunan, serta mewujudkan Papua yang aman, damai, dan sejahtera. ( FNS )


jasa pembuatan website

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.