Pengemudi Lajuran Tewas dalam Insiden di Sekitar Danau Habema Kendaraan Ditemukan Terbakar

oleh -113 Dilihat

Media Humas Polri//Wamena

Papua Pegunungan — Seorang pengemudi kendaraan lajur angkutan logistik dan penumpang, Aris Sanda alias Bapak Tasya, dilaporkan meninggal dunia setelah menjadi korban kekerasan kelompok bersenjata dalam perjalanan dari Wamena menuju Mbua, Papua Pegunungan.

Insiden tersebut terjadi pada Selasa (15/9/2026) sekitar pukul 06.00 WIT di kawasan pertigaan Danau Habema, Gunung Boy, Distrik Trikora, Kabupaten Jayawijaya.

Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol Inf. M. Wirya Arthadiguna, dalam keterangan resminya menyebutkan, peristiwa bermula ketika rombongan kendaraan lajur yang melintas di sekitar Danau Habema dihentikan oleh sekelompok orang bersenjata.

Kelompok tersebut kemudian melakukan pemeriksaan terhadap pengemudi dan para penumpang. Setelah pemeriksaan, para penumpang disebut diperintahkan kembali menuju Wamena, sementara Aris Sanda dibawa ke arah kawasan Danau Habema.

“Berdasarkan informasi awal, rombongan kendaraan lajur dihentikan oleh sekelompok orang bersenjata,” kata Wirya dalam keterangan persnya.

Menindaklanjuti laporan tersebut, personel Koops TNI Habema kemudian melakukan pencarian dan penyisiran di sekitar lokasi kejadian.

Dalam proses pencarian, tim menemukan satu unit kendaraan dalam kondisi terbakar. Di lokasi yang sama, petugas juga menemukan jenazah pengemudi.

Koops TNI Habema menyampaikan duka cita dan keprihatinan mendalam kepada keluarga korban. Aris diketahui selama ini bekerja sebagai pengemudi yang melayani kebutuhan transportasi masyarakat, termasuk membawa logistik dan penumpang menuju wilayah pedalaman.

“Korban sedang bekerja membawa logistik dan melayani transportasi masyarakat menuju pedalaman. Orang-orang yang bekerja membantu kehidupan masyarakat seharusnya dapat menjalankan tugasnya dengan aman dan tidak menjadi korban kekerasan,” ujar Wirya.

Evakuasi Jenazah Dilakukan

Saat ini, proses evakuasi jenazah dilakukan sesuai prosedur dengan tetap memperhatikan faktor keamanan personel serta kondisi keamanan di sekitar lokasi kejadian.

Selain evakuasi, pendalaman terhadap kronologi kejadian dan keterangan para saksi juga masih dilakukan bersama unsur terkait.

Koops TNI Habema menyatakan akan terus melakukan penanganan terhadap kelompok bersenjata yang diduga terlibat dalam insiden tersebut, termasuk upaya pengejaran serta mendukung proses penegakan hukum sesuai ketentuan yang berlaku.

Langkah tersebut, menurut Koops TNI Habema, dilakukan untuk mencegah jatuhnya korban berikutnya sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat yang menggunakan jalur Wamena menuju wilayah pedalaman.

Pihak Koops TNI Habema juga menegaskan bahwa perkembangan mengenai proses evakuasi, pengamanan wilayah maupun hasil pendalaman di lapangan akan disampaikan setelah informasi yang diperoleh telah terverifikasi.

Peristiwa ini kembali menunjukkan tingginya risiko keamanan yang dihadapi masyarakat sipil yang menjalankan aktivitas transportasi dan distribusi logistik di sejumlah wilayah pedalaman Papua Pegunungan.

Koops TNI Habema menyatakan penanganan terhadap insiden tersebut terus dilakukan dengan mengedepankan prosedur keamanan dan proses hukum yang berlaku. (FNS)


jasa pembuatan website

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.