Polwan Polda Maluku Goes to School: Edukasi Pelajar dalam Rangka Hari Jadi Polwan ke- 78 Perkuat Kesadaran Hukum Generasi Muda di Era Digital

oleh -273 Dilihat

Media Humas Polri//Ambon

POLDA MALUKU— Di tengah meningkatnya tantangan yang dihadapi generasi muda, mulai dari kekerasan seksual, perundungan, penyalahgunaan media sosial hingga rendahnya kesadaran berlalu lintas, Polwan Polda Maluku memperkuat langkah pencegahan melalui edukasi langsung di lingkungan sekolah.

Melalui program *Polwan Goes To School*, personel Polwan Polda Maluku menyambangi siswa-siswi kelas X SMA Negeri 1 Ambon, Kamis (20/8/2026). Kegiatan yang dimulai pukul 06.30 WIT ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan *Hari Jadi Polwan Republik Indonesia ke-78 Tahun 2026* dengan mengusung tema *“One Police Woman, Extraordinary Impact.”*

Program ini menjadi wujud komitmen Polwan Polda Maluku untuk menghadirkan dampak nyata bagi generasi muda melalui pendekatan edukatif, preventif dan humanis. Tidak hanya menyampaikan pesan tentang keamanan dan ketertiban, para Polwan juga mengajak pelajar memahami konsekuensi hukum dari setiap tindakan serta membangun kemampuan untuk melindungi diri dan lingkungannya.

Kegiatan tersebut dihadiri AKP Frenly Franseska Pattinasarany, S.H., M.H., AKP Henny Glorya Papilaya, S.H., M.H., Iptu Sofia Christina Ester Alfons, S.H., M.H., Iptu Fatma Sopamena, S.H., Ipda Amellia Ivanda Saleh, S.K.M., S.H., Brigpol Gladys Pattipeilohy, Bripda Shisy Susanty Lakatua dan Bripda Florensia Sarioa.

Dalam kegiatan tersebut, para siswa mendapatkan edukasi mengenai enam isu yang dinilai penting dalam kehidupan generasi muda saat ini, yakni kekerasan seksual, bullying atau perundungan, penggunaan gadget, pemanfaatan media sosial, tertib berlalu lintas dan pentingnya kesadaran hukum.

Pada materi kekerasan seksual, siswa diberikan pemahaman mengenai berbagai bentuk tindakan kekerasan seksual, tanda-tanda yang perlu dikenali, langkah pencegahan serta pentingnya keberanian untuk melapor kepada orang yang dipercaya maupun pihak berwenang apabila menjadi korban atau mengetahui adanya peristiwa tersebut.

Polwan Polda Maluku juga menekankan pentingnya membangun lingkungan sekolah yang aman dan bebas dari perundungan. Para siswa diajak memahami bahwa bullying, baik secara langsung maupun melalui media sosial, dapat menimbulkan dampak serius terhadap korban dan tidak boleh dianggap sebagai hal biasa.

Selain itu, penggunaan gadget dan media sosial menjadi perhatian penting dalam edukasi tersebut. Para pelajar diingatkan untuk menggunakan teknologi secara bijak, sesuai kebutuhan dan bertanggung jawab, termasuk berhati-hati dalam membuat, menerima maupun menyebarkan informasi.

Siswa juga diimbau untuk tidak menggunakan media sosial sebagai sarana penghinaan, ancaman, perundungan maupun penyebaran konten yang berpotensi merugikan diri sendiri dan orang lain serta dapat menimbulkan konsekuensi hukum.

AKP *Henny Glorya Papilaya, S.H., M.H.*, menegaskan bahwa pembentukan kesadaran hukum harus dimulai sejak usia dini, terutama di lingkungan pendidikan. Menurutnya, pemahaman hukum bukan semata-mata tentang mengetahui aturan dan larangan, melainkan membentuk kemampuan generasi muda untuk mempertimbangkan akibat dari setiap tindakan.

> “Generasi muda harus memahami bahwa kebebasan dalam bertindak, termasuk di dunia digital, selalu disertai dengan tanggung jawab. Apa yang dilakukan, ditulis maupun disebarkan dapat memiliki dampak, baik bagi diri sendiri maupun orang lain. Karena itu, kesadaran hukum perlu dibangun sejak dini agar para pelajar tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berkarakter, disiplin dan bertanggung jawab,” ujar AKP Henny.

Ia menambahkan, edukasi melalui program *Polwan Goes To School* juga diarahkan untuk membangun keberanian pelajar dalam mencegah dan melaporkan berbagai bentuk kekerasan serta perundungan.

> “Jangan takut untuk berkata tidak terhadap kekerasan dan jangan diam ketika melihat tindakan yang dapat merugikan orang lain. Kami ingin para siswa memahami bagaimana melindungi diri, menghargai sesama dan mencari bantuan kepada pihak yang tepat ketika menghadapi persoalan,” tegasnya.

Selain persoalan sosial dan hukum di ruang digital, Polwan Polda Maluku turut memberikan pemahaman mengenai pentingnya keselamatan berlalu lintas.

Para siswa diajak mengenal aturan yang mengatur lalu lintas serta memahami konsep *3 Tertib Berlalu Lintas*, yaitu *tertib administrasi, tertib kelengkapan dan tertib etika berlalu lintas*.

Edukasi ini dimaksudkan agar kesadaran keselamatan tidak hanya muncul ketika seseorang telah menjadi pengguna jalan secara aktif, tetapi ditanamkan sejak usia sekolah sebagai bagian dari budaya disiplin dan tanggung jawab.

Rangkaian kegiatan berlangsung melalui pembukaan, sambutan pihak sekolah, penyampaian materi, edukasi dan sosialisasi, sesi tanya jawab serta diskusi interaktif bersama para siswa.

Melalui dialog tersebut, para pelajar diberikan ruang untuk menyampaikan pertanyaan dan memperoleh pemahaman secara langsung mengenai berbagai persoalan yang dekat dengan kehidupan mereka sehari-hari.

Kabid Humas Polda Maluku *Kombes Pol. Rositah Umasugi, S.I.K.,* mengatakan, kegiatan Polwan Goes To School merupakan bagian dari upaya Polri untuk memperkuat pencegahan melalui edukasi langsung kepada generasi muda.

Menurutnya, pendekatan preventif menjadi sangat penting karena berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat saat ini juga memiliki keterkaitan dengan perilaku dan penggunaan teknologi oleh generasi muda.

> “Polda Maluku melalui Polwan terus memperkuat langkah-langkah pencegahan dengan mendatangi langsung ruang-ruang pendidikan. Kami tidak ingin menunggu persoalan berkembang atau menimbulkan korban. Edukasi sejak dini merupakan investasi penting untuk membangun generasi yang sadar hukum, bijak menggunakan teknologi, menolak kekerasan dan memiliki kepedulian terhadap keselamatan,” kata Kombes Pol. Rositah Umasugi.

Ia menegaskan bahwa tema *‘One Police Woman, Extraordinary Impact’* tidak hanya dimaknai sebagai slogan peringatan Hari Jadi Polwan, tetapi harus diwujudkan melalui kehadiran dan kontribusi nyata Polwan di tengah masyarakat.

> “Satu Polwan harus mampu menghadirkan dampak positif yang luar biasa melalui pengabdian dan keteladanan. Kegiatan di sekolah seperti ini merupakan salah satu bentuk nyata kehadiran Polwan sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat, khususnya dalam mendampingi generasi muda menghadapi tantangan zaman,” ungkapnya.

Kabid Humas berharap sinergi antara Polri, sekolah, orang tua dan seluruh elemen masyarakat terus diperkuat untuk menciptakan lingkungan yang aman bagi tumbuh kembang anak dan remaja.

> “Perlindungan terhadap generasi muda tidak dapat dilakukan sendiri. Dibutuhkan kolaborasi semua pihak. Dengan komunikasi yang baik, kepedulian bersama dan keberanian untuk mencegah serta melaporkan setiap bentuk pelanggaran, kita dapat menciptakan ruang belajar yang aman sekaligus menyiapkan generasi penerus bangsa yang berkualitas,” pungkasnya.

Melalui *Polwan Goes To School*, Polda Maluku berharap para siswa tidak hanya memperoleh tambahan pengetahuan, tetapi mampu mengimplementasikan kesadaran hukum dalam kehidupan sehari-hari, membangun budaya anti-kekerasan dan anti-perundungan, menggunakan gadget serta media sosial secara bertanggung jawab, dan menjadikan disiplin sebagai bagian dari karakter generasi penerus bangsa.

(OngenLeano)


jasa pembuatan website

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.