Inovasi Kuliner Singkong Desa Pengkol Warga Bangkitkan Potensi Lokal Sambut HUT RI Ke- 81

oleh -19 Dilihat

Media humas polri// Wonogiri,Jateng

Semangat kemerdekaan terasa kental di Desa Pengkol, Kecamatan Jatiroto, Wonogiri, ketika ibu-ibu dari empat dusun berkumpul dalam ajang lomba kuliner berbahan baku murni singkong. Kegiatan yang digelar di pendapa Balai Desa Pengkol pada Selasa (11/8/2026) ini menjadi langkah nyata mengangkat hasil bumi lokal menjadi kreasi yang menarik, sambil menyongsong peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81.

‎Acara dibuka langsung oleh Kepala Desa Pengkol, Sularto, didampingi tim juri yang mewakili beberapa instansi di Kecamatan Jatiroto. Sularto memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif warga. “Ini pertama kalinya ibu-ibu warga Pengkol mengadakan lomba kuliner berbahan baku murni dari singkong. Saya berharap kiprah dan inisiatif ini menjadikan ikon utama bagi warga kami dalam pengolahan hasil pertanian, utamanya singkong yang bisa dikemas menjadi beberapa jenis kuliner lokal dengan modifikasi unik dan varian menarik,” ujarnya.

‎Gagasan lomba ini lahir dari ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Ambang Dwi Pramono. Ia mengajak para perempuan desa untuk menggali kembali warisan kuliner berbasis hasil bumi setempat. Menurut Ambang, ajang tersebut dimaksudkan untuk memicu kreativitas sekaligus membuka peluang usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). “Pohong atau singkong bisa dikemas menjadi berbagai varian makanan yang pantas dan banyak diminati para penikmat kuliner tradisional Wonogiri. Ini cara kami mengawali kreativitas ibu-ibu agar berkarya dan meningkatkan perputaran ekonomi warga,” jelasnya.

Dewan juri yang diwakili Maryati dan Yanti menilai kegiatan ini layak diapresiasi dan berpotensi dikembangkan menjadi kuliner khas Desa Pengkol. Mereka menerapkan lima kriteria penilaian: citarasa, penyajian, kreativitas, tekstur, serta aspek kesehatan. “Semua inovasi olahan bagus, namun ada beberapa penyajian yang lebih menonjol sesuai variannya. Kami harap lomba ini menjadi agenda tahunan yang mendorong kreativitas ibu-ibu setempat,” kata keduanya.

‎Dukungan masyarakat turut memperkuat acara. Sejumlah warga menyumbangkan bingkisan doorprize yang dibagikan kepada seluruh peserta tanpa memandang hasil. Ambang menambahkan bahwa momen ini diharapkan terus mendongkrak semangat berkarya para perempuan desa.

‎Melalui lomba kuliner singkong yang sederhana namun bermakna, Desa Pengkol menunjukkan bahwa kemerdekaan juga bisa dirayakan dengan inovasi dari dapur rumah tangga. Hasil bumi lokal yang diolah dengan kreativitas tidak hanya memperkaya cita rasa, tetapi juga memperkuat kemandirian ekonomi warga.

 

‎(Zaenal MHP)


jasa pembuatan website

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.