Polres Demak Dorong Pelajar Cakap dan Bijak Menggunakan AI

oleh -69 Dilihat

Media Humas Polri// DEMAK

Polres Demak membekali pelajar dengan pengetahuan tentang kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Edukasi tersebut diberikan untuk mendorong pelajar memahami manfaat sekaligus risiko penggunaan teknologi AI.

Pelatihan Program Paham AI itu digelar di Laboratorium Komputer SMK Negeri 2 Demak, Selasa (11/8/2026). Sebanyak 60 siswa mengikuti kegiatan yang dimulai pukul 07.30 WIB tersebut.

Kegiatan diikuti Kasubbagbinkar Bag SDM Polres Demak AKP Mardiati, S.H., Paursubbagbinkar Bag SDM beserta anggota, serta Trainer AI Polres Demak.

Dalam pelatihan, siswa tidak hanya diperkenalkan dengan cara kerja dan pemanfaatan AI. Mereka juga diajak memahami bagaimana menggunakan teknologi tersebut secara etis serta bertanggung jawab.

“Perkembangan teknologi AI harus diikuti dengan pemahaman yang baik. Pelajar perlu mengetahui manfaatnya, tetapi juga harus memahami batasan dan etika dalam penggunaannya,” kata Mardiati.

Materi pelatihan disampaikan melalui Senopati Akademi yang terdiri dari sejumlah modul. Pada materi Introduction to AI, siswa mendapatkan pengenalan mengenai konsep dasar kecerdasan buatan.

Materi berikutnya membahas Ethical Use of AI. Dalam sesi tersebut, siswa diberikan pemahaman mengenai etika penggunaan AI, termasuk pentingnya mempertimbangkan dampak dari informasi maupun konten yang dihasilkan teknologi tersebut.

Menurut Mardiati, pemahaman mengenai etika menjadi bagian penting karena AI dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan, termasuk dalam aktivitas belajar dan kehidupan sehari-hari.

“Jangan sampai kemudahan yang diberikan AI justru membuat kita mengabaikan proses berpikir dan tanggung jawab terhadap informasi yang kita gunakan,” ujarnya.

Siswa juga mendapat materi Fighting Hoax with AI. Melalui materi ini, peserta diajak memahami pemanfaatan AI sebagai salah satu alat untuk membantu mengenali dan menangkal informasi palsu yang beredar di ruang digital.

“Di tengah cepatnya penyebaran informasi, kemampuan untuk memeriksa dan memahami sebuah informasi menjadi sangat penting. AI bisa menjadi alat bantu, tetapi hasilnya tetap perlu dikritisi dan diverifikasi,” kata Mardiati.

Selain itu, peserta diperkenalkan dengan AI Prompts 101, yakni dasar-dasar menyusun perintah atau prompt agar penggunaan AI dapat menghasilkan informasi sesuai kebutuhan.

Untuk mengetahui tingkat pemahaman peserta, setiap modul dilengkapi post test. Pelatihan juga dikemas secara interaktif melalui cerita dan praktik penggunaan sejumlah fitur AI.

Mardiati berharap pengetahuan yang diperoleh dalam pelatihan tersebut dapat diterapkan siswa secara positif, terutama dalam mendukung proses belajar dan meningkatkan kemampuan literasi digital.

“Harapannya, para siswa dapat menjadi pengguna teknologi yang cerdas. Bukan hanya mampu menggunakan AI, tetapi juga mampu berpikir kritis, menjaga etika, dan bertanggung jawab terhadap setiap informasi yang dihasilkan maupun disebarkan,” ujarnya.

(Ismun)


jasa pembuatan website

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.