Polsek Kepenuhan Gandeng MUI dan Tokoh Masyarakat Bina Pengguna Narkoba untuk Berhenti dan Dorong Kembali Produktif Bekerja

oleh -11 Dilihat

Media Humas Polri//Rokan Hulu

Polsek Kepenuhan terus memperkuat langkah pencegahan dan penanggulangan penyalahgunaan narkotika melalui pendekatan humanis, keagamaan, kekeluargaan dan pemberdayaan masyarakat.

Program unggulan Kapolsek Kepenuhan tersebut mendapat dukungan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Kepenuhan, tokoh agama, tokoh masyarakat serta keluarga binaan. Dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam proses pembinaan pengguna narkoba agar tidak hanya berhenti pada upaya meninggalkan kebiasaan buruk, tetapi juga mampu kembali menjalani kehidupan yang positif, mandiri dan produktif di tengah masyarakat.

Dukungan tersebut diterima pada Senin (14/9/2026) sekitar pukul 09.00 WIB. Adapun bentuk dukungan yang diberikan berupa penyediaan baju khusus bagi peserta program pembinaan serta penyediaan lapangan kerja sementara bagi peserta program.

Saat ini terdapat enam orang yang mengikuti program pembinaan Polsek Kepenuhan. Mereka berasal dari sejumlah desa dan kelurahan di Kecamatan Kepenuhan, dengan latar belakang pekerjaan yang beragam, mulai dari wiraswasta, petani hingga pelajar.

Dalam pelaksanaannya, pembinaan dilakukan dengan mengedepankan pendekatan keagamaan, termasuk Ruqyah Syar’iyyah, pembinaan mental, pendekatan kekeluargaan serta pendampingan secara berkelanjutan.

Kapolsek Kepenuhan menilai, proses pemulihan dan perubahan perilaku membutuhkan dukungan bersama. Karena itu, keterlibatan MUI, tokoh agama, tokoh masyarakat, keluarga dan lingkungan sekitar menjadi kekuatan penting agar para binaan tidak merasa dikucilkan dan memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri.

Melalui sinergi tersebut, program pembinaan mulai menunjukkan hasil positif. Sejumlah binaan telah mampu kembali melakukan aktivitas yang bermanfaat dan produktif di tengah masyarakat.

Beberapa di antaranya telah bekerja sebagai penjual air tebu sehingga mampu memperoleh penghasilan secara mandiri. Ada pula yang bekerja sebagai tukang bangunan dengan memanfaatkan keterampilan yang dimiliki untuk mencari nafkah secara halal. Selain itu, salah seorang binaan juga telah aktif sebagai petugas kebersihan masjid sekaligus terlibat dalam kegiatan sosial dan keagamaan di lingkungan masyarakat.

Kapolres Rokan Hulu AKBP Emil Eka Putra, S.I.K, M.Si melalui Kapolsek Kepenuhan IPTU Jonnes, S.H menyampaikan bahwa keberhasilan pembinaan tidak semata-mata diukur dari berhentinya seseorang menggunakan narkoba, tetapi juga dari kemampuannya untuk kembali membangun kehidupan yang sehat, mandiri dan diterima di tengah masyarakat.

“Pembinaan ini bukan hanya tentang bagaimana seseorang meninggalkan narkoba, tetapi bagaimana kita bersama-sama membantu mereka menemukan kembali arah hidupnya. Mereka harus diberikan kesempatan untuk bekerja, beribadah, berkarya dan kembali menjadi bagian dari masyarakat,” ujar Kapolsek Kepenuhan.

Menurutnya, dukungan MUI, tokoh agama dan tokoh masyarakat memberikan penguatan yang sangat berarti, terutama dalam membangun motivasi, pembinaan keagamaan, penguatan mental serta penerimaan sosial terhadap para binaan.

“Ketika keluarga dan masyarakat memberikan ruang untuk berubah, maka proses pembinaan akan menjadi jauh lebih kuat. Kami ingin para binaan tidak hanya berhenti dari kebiasaan yang merugikan, tetapi juga memiliki masa depan yang lebih baik,” tambahnya.

Dari pelaksanaan program tersebut, sejumlah perubahan positif mulai terlihat. Para binaan mulai meninggalkan kebiasaan yang dapat merugikan diri sendiri dan keluarga, memiliki aktivitas serta pekerjaan yang positif, memperoleh penghasilan melalui pekerjaan yang halal, dan menunjukkan peningkatan kepercayaan diri untuk kembali berbaur dengan masyarakat.

Di sisi lain, keluarga juga semakin memberikan dukungan terhadap proses perubahan, sementara masyarakat mulai membuka ruang dan memberikan kesempatan kepada para binaan untuk memperbaiki diri serta kembali berkontribusi secara positif.

Polsek Kepenuhan menegaskan akan terus mengembangkan program pembinaan tersebut dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat. Pendekatan kolaboratif diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang mendukung proses pemulihan sekaligus mencegah para binaan kembali terjerumus dalam penyalahgunaan narkotika.

Program ini menjadi wujud nyata bahwa penanggulangan narkoba tidak hanya membutuhkan tindakan penegakan hukum, tetapi juga pembinaan, pendampingan, kepedulian sosial dan kesempatan kedua bagi mereka yang ingin berubah.

(S Damanik)


jasa pembuatan website

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.