Tolak Beras Berkutu dari Bulog Kades Mattombong Minta Maaf Sekaligus Desak Penyaluran Ulang

oleh -30 Dilihat

Media Humas Polri // Sulsel

Kepala Desa Mattombong, Tahir, menyampaikan permohonan maaf terbuka kepada masyarakat Desa Mattombong dan pihak Bulog terkait penolakan bantuan pangan beras yang didistribusikan pada Kamis pekan lalu. Langkah tegas ini diambil Pemerintah Desa demi memastikan bantuan yang diterima warga berkualitas layak dan aman dikonsumsi.

Dalam unggahan video di media sosial Facebook pada hari Senin tanggal 14 September 2026, Tahir mengungkapkan bahwa, stok beras bantuan yang masuk ke desanya terpaksa ditolak karena kondisi fisik yang memprihatinkan.

Beras tersebut, diketahui sudah berkutu dan sebagian besar telah mengeras, sehingga dianggap tidak layak untuk disalurkan kepada warga penerima manfaat.

Tahir menegaskan bahwa, penolakan tersebut bukan bentuk penolakan terhadap program bantuan, melainkan upaya perlindungan hak-hak warga Desa Mattombong agar mendapatkan perlakuan yang sama dengan warga desa lain di Kabupaten Pinrang.

Pemerintah Desa Mattombong juga menyatakan telah mengamankan barang bukti berupa rekaman video kondisi beras rusak tersebut.

Atas kondisi ini, Pemerintah Desa Mattombong mendesak Bulog untuk segera merealisasikan pengiriman ulang bantuan pangan yang layak dan berkualitas bagi masyarakat Desa Mattombong secepatnya.

Perum Bulog, menanggapi keluhan masyarakat serta pihak pemerintah desa terkait kualitas beras bantuan pangan yang dinilai kurang layak di Desa Mattombong. Pihak Bulog memastikan akan menarik seluruh beras yang bermasalah dan menggantinya dengan kualitas yang lebih baik.

Pimpinan Cabang (Pincab) Bulog Kabupaten Pinrang Faizal Jafar, yang ditemui di ruang kerjanya, menyampaikan bahwa beras yang disalurkan kepada masyarakat pada dasarnya adalah beras kualitas medium. Beras tersebut diserap langsung dari petani-petani lokal melalui berbagai pengolahan penggilingan mitra.

“Memang kualitas beras yang kami keluarkan adalah beras medium yang diserap dari petani lokal. Namun, jika ada beras yang diterima masyarakat dianggap kurang layak, kami siap menerima kembali untuk diperbaiki dan disalurkan ulang,” ujar Faizal Jafar, Senin (14/9/2026).

Menanggapi video keluhan yang sempat viral di Desa Mattombong, Bulog menjelaskan bahwa pihak Kepala Desa menginginkan kualitas yang lebih baik untuk warganya. Sebagai bentuk respon cepat, penggantian beras sedang diproses.

“Kemungkinan besok atau lusa, beras bantuan di Desa Mattombong akan diganti dengan yang lebih layak dibanding sebelumnya. Kami selalu berupaya memberikan yang terbaik,” lanjutnya.

Pihak Bulog, menerangkan bahwa perbedaan tampilan atau kualitas fisik beras di lapangan bisa terjadi karena beras yang diserap berasal dari banyak pabrik penggilingan dan varietas padi yang berbeda-beda.

Meski demikian, Bulog menegaskan bahwa secara standar operasional, seluruh beras bantuan yang disalurkan tetap mengacu pada standar beras medium.

Guna menenangkan masyarakat pasca-viralnya kejadian tersebut, Bulog berkomitmen untuk memperketat proses pemeriksaan kelaikan beras di gudang sebelum dikirim ke desa-desa.

“Kami mengimbau warga untuk tenang. Bulog terus berupaya maksimal dalam penyaluran bantuan ini. Setiap beras yang disalurkan akan kami periksa dengan teliti agar dipastikan bersih, layak, dan aman untuk dikonsumsi masyarakat,” pungkasnya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Pengurus Daerah Ikatan Wartawan Online (PD IWO) Kabupaten Pinrang, Soemarlin Putra, sangat menyayangkan hal tersebut kembali terulang. Beras yang diduga berkutu dalam pembagian bantuan di Desa Mattombong adalah kejadian yang kedua kalinya.

Menurutnya, kejadian ini sangat memprihatinkan karena merupakan kasus yang kembali terulang.

“Kami sangat menyayangkan kejadian ini. Ini sudah kedua kalinya terjadi di Desa Mattombong. Kalau kejadian sebelumnya tidak dievaluasi hingga kembali terulang, berarti pengawasan dan evaluasi Bulog patut dipertanyakan,” tegas Soemarlin.

Soemarlin meminta Kepala Bulog bertanggung jawab dan segera melakukan evaluasi menyeluruh.

“Kami meminta, bulog cabang Pinrang dievaluasi menyeluruh jika tidak mampu memastikan kualitas beras bantuan yang diterima masyarakat. Jangan sampai masyarakat terus menjadi korban akibat lemahnya pengawasan,” tegasnya.

(Sukri)


jasa pembuatan website

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.