Kalimantan Diselimuti Asap Mahasiswa Banjarmasin Tak Tinggal Diam 1.000 Masker Dibagikan

oleh -129 Dilihat

Media Humas Polri//Banjarmasin

Kabut asap kembali menjadi persoalan yang dirasakan masyarakat di sejumlah

wilayah Kalimantan. Di tengah kondisi tersebut, sekelompok mahasiswa, pelajar, dan masyarakat

umum di Banjarmasin memilih merespons dengan cara sederhana: turun langsung ke jalan dan

membagikan masker kepada masyarakat.

Gerakan tersebut sebelumnya dikenal dengan nama Maba Peduli Banjarmasin. Dalam

perkembangannya, gerakan ini kini hadir dengan nama Ikatan Mahasiswa Peduli Indonesia

(IMPI), sebagai wadah kerelawanan yang ingin membuka ruang lebih luas bagi mahasiswa,

pelajar, hingga masyarakat umum untuk terlibat dalam aksi sosial.

Melalui aksi bertajuk “Peduli Kabut Asap Kalimantan”, sebanyak 1.000 masker dibagikan kepada

masyarakat. Aksi tersebut dipusatkan di kawasan lampu merah Fly Over Banjarmasin, mulai

sekitar pukul 17.00 WITA hingga kegiatan selesai.

Sebanyak 55 relawan terlibat dalam kegiatan tersebut. Mereka berasal dari berbagai latar

belakang, di antaranya mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Universitas Islam

Kalimantan (UNISKA), Universitas Muhammadiyah Banjarmasin (UMB), Universitas Terbuka (UT),

pelajar, serta masyarakat umum.

Bagi para relawan, pembagian masker bukan sekadar kegiatan membagikan alat pelindung

pernapasan. Aksi ini menjadi bentuk respons terhadap kondisi lingkungan dan kesehatan

masyarakat yang terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan.

Antusiasme masyarakat pun menjadi salah satu hal yang mendapat perhatian dalam pelaksanaan

aksi. Tidak hanya menerima masker, sejumlah masyarakat juga menunjukkan ketertarikan untuk

ikut menjadi relawan maupun mengajak kolaborasi dalam kegiatan sosial berikutnya.

Besarnya respons tersebut bahkan membuat proses perekrutan relawan harus dihentikan

sementara setelah jumlah relawan yang terlibat mencapai 55 orang.

Hal ini menunjukkan bahwa kepedulian sosial masih memiliki ruang yang besar di tengah

masyarakat. Gerakan yang pada awalnya berangkat dari kelompok mahasiswa baru tersebut

perlahan berkembang menjadi gerakan yang melibatkan lebih banyak elemen masyarakat.

Bagi IMPI, aksi ini juga membawa pesan yang lebih besar tentang bagaimana mahasiswa

seharusnya mengambil peran di tengah persoalan sosial.

Mahasiswa tidak hanya memiliki ruang untuk menyampaikan kritik terhadap berbagai persoalan

yang terjadi di masyarakat. Lebih dari itu, mahasiswa juga memiliki kesempatan untuk hadir

Halaman 1 dari 2

secara langsung, mengambil bagian, dan memberikan manfaat meskipun melalui langkah yang

sederhana.

“Kami ingin menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya bisa menyampaikan kritik. Ketika

ada persoalan di tengah masyarakat, kita juga harus mampu hadir dan melakukan sesuatu

yang nyata, sekecil apa pun itu.”

— Fajar, Koordinator Ikatan Mahasiswa Peduli Indonesia (IMPI)

Pembagian 1.000 masker tersebut menjadi salah satu langkah awal IMPI dalam memperluas

gerakan kerelawanan. Dari aksi yang sebelumnya dilakukan oleh Maba Peduli, kini ruang gerak

tersebut mulai dibuka lebih luas dengan melibatkan mahasiswa lintas perguruan tinggi, pelajar,

dan masyarakat umum.

Semangat yang dibawa pun tetap sama: “Sedikit aksi, besar arti untuk IMPI kita menggapai cita.”

Sebab, bagi para relawan, kepedulian tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang besar. Kadang,

ia cukup dimulai dari satu masker yang diberikan kepada seseorang di tengah jalan, satu tangan

yang bersedia membantu, dan satu keputusan untuk tidak hanya melihat persoalan dari

kejauhan.

Di tengah kabut asap yang menyelimuti Kalimantan, 1.000 masker mungkin terlihat sederhana.

Namun bagi mereka yang terlibat, aksi tersebut menjadi pengingat bahwa mahasiswa dan anak

muda masih memiliki pilihan untuk hadir—bukan hanya sebagai kelompok yang bersuara, tetapi

juga sebagai bagian dari masyarakat yang ikut bergerak.

Naskah Rilis Berita Pers • Ikatan Mahasiswa Peduli Indonesia (IMPI) • Banjarmasin, Kalimantan Selatan

(irfani)


jasa pembuatan website

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.