Respon Cepat Satpolair Polres Kutim Dalam Membantu Evakuasi Korban Laka Laut 

oleh -12 Dilihat

Media Humas Polri// KUTAI TIMUR

Kapal pemancing KM. Bintang Timor dilaporkan tenggelam di Perairan Susuk, Desa Susuk Luar, Kecamatan Sandaran, Kabupaten Kutai Timur, pada hari Minggu, 6 September 2026, pukul 19.30 WITA. Peristiwa ini berlangsung di titik koordinat N 00⁰46.032 | E 118⁰14.783.

Kronologi Kejadian

Berdasarkan laporan yang diterima dari Satuan Polisi Perairan dan Udara (Polairud) Polres Kutai Timur, peristiwa bermula ketika kapal mengalami kemiringan ke kanan akibat hantaman gelombang laut. Awak kapal berinisiatif memotong tali jangkar guna menyeimbangkan kapal, namun upaya tersebut terlambat. Kapal semakin miring, terhantam ombak besar dan akhirnya terbalik serta tenggelam di perairan tersebut.

Saat kejadian berlangsung, Ramadhani, salah satu awak kapal, sempat menelepon saudaranya, Busman, yang berada di Kenyamukan, untuk melaporkan kondisi kapal yang mulai tenggelam.

Enam Orang Berhasil Diselamatkan

Kapal yang berangkat memancing tersebut membawa 6 orang yang terdiri atas awak kapal dan penumpang pemancing, yakni

1. Jamal (51 tahun) – Kapten/Juragan, asal Sangatta Selatan

2. Aku Topan (22 tahun) – ABK, asal Sangatta Selatan

3. Ramadhani (21 tahun) – ABK, asal Majene, Sulawesi Barat

4. Punandar Dapit (42 tahun) – Pemancing, asal Rantau Pulung

5. Parsidi (38 tahun) – Pemancing, asal Rantau Pulung

6. Babot (34 tahun) – Pemancing, asal Rantau Pulung

Semua orang yang berada di dalam kapal berhasil selamat dan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

Tindakan Penanganan

Sat Polairud Polres Kutai Timur segera menindaklanjuti laporan masyarakat dengan melakukan langkah-langkah:

– Mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan melakukan operasi pencarian dan penyelamatan (SAR)

– Berkoordinasi dengan instansi terkait, antara lain Markas Bual Bual Dit Polairud Polda Kaltim serta Pos TNI AL Sangkulirang

– Mengambil keterangan dari saksi-saksi untuk kelengkapan data dan penyelidikan lebih lanjut

Penyebab utama tenggelamnya kapal diduga kuat karena faktor cuaca dan gelombang laut yang tinggi, sehingga kapal kehilangan keseimbangan dan terbalik.

Polres Kutai Timur melalui Sat Polairud menghimbau seluruh nelayan dan awak kapal untuk senantiasa memantau kondisi cuaca dan gelombang sebelum melaut, serta tidak memaksakan perjalanan apabila kondisi laut tidak mendukung.

(Supriadi)


jasa pembuatan website

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.